Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Klaim Iran Tunjukkan Keseriusan Terbesar dalam Perundingan dengan AS
Willy Haryono • 25 July 2026 15:35
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Iran menunjukkan komitmen terkuat sejauh ini dalam perundingan dengan Washington.
Meski demikian, ia menegaskan belum mengambil keputusan apakah akan melancarkan serangan militer besar terhadap negara tersebut.
"Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Saya pikir mereka semakin serius dari hari ke hari, mungkin karena alasan yang sudah jelas," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Jumat kemarin.
"Saya pikir mereka serius. Sejauh ini, mereka adalah yang paling serius yang pernah kami lihat. Tetapi itu tidak berarti kami akan mencapai kesepakatan. Kita lihat saja nanti," lanjutnya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 25 Juli 2026.
Saat ditanya apakah telah memutuskan untuk melancarkan serangan besar terhadap Iran, Trump menjawab, "Belum."
"Kami bisa meningkatkan ini ke tingkat yang jauh lebih tinggi jika kami mau. Kami siap melakukannya. Kami sudah sepenuhnya siap," ujarnya.
Trump mengatakan terdapat dua pilihan untuk menghadapi Iran, yakni melalui jalur diplomasi atau aksi militer. Menurutnya, diplomasi merupakan pilihan yang lebih bijaksana, meski opsi militer dinilai lebih mudah dilakukan.
Ketegangan AS-Iran
Ketika ditanya mengenai keterlibatan Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan penasihat sekaligus menantunya Jared Kushner dalam perundingan, Trump mengatakan seluruh tim pemerintahannya terlibat, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio."Ini masalah besar. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," kata Trump.
Ia juga mengatakan tidak terburu-buru mencapai kesepakatan meski Amerika Serikat akan menggelar pemilu paruh waktu pada musim gugur tahun ini.
"Kita harus melakukannya dengan benar," ujarnya.
Komentar Trump disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan dengan Iran dapat memengaruhi posisi Partai Republik dalam pemilu paruh waktu, meskipun Trump sendiri tidak ikut bertarung dalam pemungutan suara tersebut.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat sejak pekan lalu setelah Washington melancarkan serangkaian serangan yang disebut sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Sementara itu, Teheran menyatakan telah membalas dengan menyerang fasilitas dan pangkalan militer yang digunakan Amerika Serikat di sejumlah negara di kawasan.
Saling serang terus berlangsung meski kedua negara pada Juni lalu menandatangani kerangka kesepakatan yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada Februari dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.
Baca juga: Tiongkok Dukung Iran Pertahankan Kedaulatan, Dorong Dialog dengan AS