Pemerintah Garansi Stok Air Aman Hadapi Kemarau dan El Nino

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Metrotvnews.com/Kautsar Widya Prabowo.

Pemerintah Garansi Stok Air Aman Hadapi Kemarau dan El Nino

Kautsar Widya Prabowo • 28 July 2026 20:51

Jakarta: Pemerintah menyiapkan langkah taktis untuk mengantisipasi ancaman kekeringan akibat musim kemarau dan potensi peningkatan El Nino. Langkah tersebut mencakup pemastian ketersediaan air di bendungan dan waduk hingga penyelenggaraan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menjaga debit air dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Dari sisi infrastruktur, tentu kami menyoroti kesiapan infrastruktur sumber daya air. Yang paling penting adalah bagaimana kita memastikan ketersediaan air bersih ini bisa tetap terjamin," kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
 


AHY menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur sumber daya air menjadi salah satu fokus utama yang dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto. Pemenuhan debit air pada bendungan dan waduk dinilai krusial untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat, air baku, hingga irigasi pertanian agar produktivitas sektor pangan tetap terjaga.

"Secara umum, berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, secara total neraca air kita ini masih memadai, masih mencukupi. Artinya masih aman," ujar AHY.

Pemerintah menegaskan tidak boleh lengah. Berdasarkan prediksi BMKG, terdapat tren peningkatan El Nino yang berpotensi memperparah dampak musim kemarau sekaligus memicu risiko karhutla di berbagai wilayah.

"El Nino juga bisa terus meningkat derajatnya. Tadi Kepala BMKG juga menyampaikan ada trendline yang harus kita antisipasi bersama, terutama jika masih berhimpit antara El Nino dengan masa kemarau," kata AHY.


Ilustrasi kekeringan. Foto: Dok. MGN.

Sebagai langkah responsif, pemerintah menyiagakan Satgas darat dan udara serta mengoptimalkan OMC. Menurut AHY, modifikasi cuaca tidak hanya difokuskan untuk memadamkan titik api, tetapi menjaga ketersediaan debit air di danau, waduk, dan bendungan.

"Kita ingin memastikan bahwa pemerintah juga siap dengan Satgas, baik Satgas darat, Satgas udara, dan termasuk dengan menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca," kata AHY.

Presiden Prabowo Subianto pun telah menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan penuh dalam menghadapi potensi kekeringan ini.

"Presiden Prabowo Subianto begitu concern dan memberikan direktif yang taktis kepada seluruh jajaran agar semuanya siap, termasuk pemerintah daerah," kata AHY.

(Fachri Audhia Hafiez)