Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Anadolu Agency)
Menlu Iran Tiba di Islamabad, Babak Baru Negosiasi dengan AS Segera Dimulai?
Dimas Chairullah • 25 April 2026 10:59
Islamabad: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan telah tiba di Islamabad pada Jumat malam waktu setempat. Kunjungan strategis ini dinilai berbagai pihak berpotensi besar untuk membuka jalan bagi perundingan damai putaran kedua antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Kedatangan diplomat top Teheran tersebut disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dan Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir.
Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan bahwa Araghchi dijadwalkan akan melangsungkan serangkaian agenda krusial.
"Beliau akan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin senior Pakistan untuk membahas perkembangan regional terkini, serta upaya yang sedang dilakukan untuk perdamaian dan stabilitas regional," bunyi pernyataan kementerian tersebut, dikutip dari Anadolu, Sabtu, 25 April 2026.
Kunjungan ini berlangsung di tengah gencarnya manuver diplomatik Islamabad untuk terus memfasilitasi dialog penyelesaian konflik antara Teheran dan Washington.
Sejalan dengan kedatangan Araghchi, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa utusan khusus AS, Steve Witkoff, bersama penasihat Jared Kushner dijadwalkan terbang ke Pakistan pada hari Sabtu ini guna mengadakan pembicaraan langsung.
"Saya dapat memastikan bahwa utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner akan berangkat ke Pakistan lagi besok pagi untuk melakukan pembicaraan langsung dengan perwakilan dari delegasi Iran," ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada Fox News. Ia turut memuji peran Pakistan yang dinilai telah menjadi "mediator luar biasa" sepanjang proses krisis ini.
Menghidupkan Kembali Negosiasi
Leavitt juga mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden AS JD Vance kali ini tidak ikut serta dalam rombongan dan akan tetap berada di Washington. Kendati demikian, Vance dipastikan akan terus memantau dan "tetap terlibat secara mendalam dalam seluruh proses ini."Pakistan terus berupaya keras untuk menghidupkan kembali negosiasi putaran kedua antara As dan Iran. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa diskusi awal dengan Teheran saat ini sangat menentukan apakah negosiasi ulang bisa dilakukan, menyusul buntu-nya putaran pertama di Islamabad pada 11-12 April lalu.
Upaya mediasi ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan Pakistan menengahi gencatan senjata dua minggu pada 8 April lalu. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.
Seluruh manuver diplomatik ini difokuskan pada satu tujuan utama: mencapai kesepakatan komprehensif guna mengakhiri peperangan yang telah berkecamuk sejak 28 Februari lalu.
Baca juga: Islamabad Siaga Jelang Perundingan Kedua AS-Iran