Mendorong Industri Kreatif Lewat Batik

Ketua Amdatara Karyanto Wibowo. Foto: Dok istimewa

Mendorong Industri Kreatif Lewat Batik

Eko Nordiansyah • 23 April 2026 17:15

Jakarta: Upaya mendorong pertumbuhan industri kreatif berbasis budaya terus dilakukan berbagai sektor. Tak hanya sektor industri bersangkutan, upaya ini dilakukan dari kalangan industri air minum dalam kemasan, yaitu Perkumpulan Perusahaan Air Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara).

Amdatara menggelar kompetisi desain batik bertema “Kebersamaan Menjaga Air, Merawat Bumi, Mewujudkan Keberlanjutan” untuk memperkuat kontribusi terhadap ekonomi kreatif sekaligus pelestarian budaya. Kompetisi ini bertujuan menghasilkan desain batik sebagai seragam resmi.

Ketua Amdatara Karyanto Wibowo mengatakan, kebutuhan industri untuk turut berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif. Dengan jumlah anggota lebih dari 100 perusahaan, Amdatara berpotensi membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi para desainer, khususnya generasi muda.

“Industri tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga harus mampu mendorong sektor lain seperti ekonomi kreatif. Batik menjadi salah satu medium yang relevan karena memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 23 April 2026.



(Amdatara menggelar kompetisi desain batik bertema “Kebersamaan Menjaga Air, Merawat Bumi, Mewujudkan Keberlanjutan”. Foto: Dok istimewa)

Inovasi batik untuk dukung keberlanjutan lingkungan

Dukungan juga datang dari Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Merrijantij Punguan Pintaria. Ia menilai kompetisi ini akan melahirkan inovasi motif batik baru yang relevan dengan isu masa kini, termasuk keberlanjutan lingkungan.

Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda dalam kompetisi ini diharapkan mampu memperkaya khazanah batik nasional, tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga filosofi yang diusung. Walaupun Amdatara bukan industri kreatif, tapi tetap memikirkan batik sebagai warisan budaya nasional.

“Batik bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang terus berkembang. Melalui kompetisi ini, diharapkan muncul desain-desain baru yang membawa pesan pelestarian lingkungan, khususnya terkait air,” ujar dia.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Hubungan Antar Anggota Amdatara Evan Agustianto menjelaskan, kompetisi ini terbuka untuk masyarakat umum, mahasiswa, serta anggota Amdatara. Pendaftaran dan pengumpulan karya berlangsung hingga 30 Juni 2026, dengan pengumuman pemenang pada 17 Agustus 2026.

Penilaian lomba mencakup sejumlah aspek, mulai dari kesesuaian tema dan logo, kreativitas, nilai estetika, hingga relevansi dengan isu keberlanjutan dan kemudahan produksi. Desain yang dihasilkan diharapkan mampu mengintegrasikan unsur budaya nusantara dengan pesan pelestarian sumber daya air.

Melalui kompetisi ini, Amdatara tidak hanya berupaya menciptakan identitas visual organisasi, tetapi juga memperluas dampak ekonomi dengan mendorong lahirnya karya-karya kreatif berbasis budaya. Langkah ini mencerminkan semakin terbukanya kolaborasi antara sektor industri dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)