Ilustrasi. Foto: Magnific.
AI di WhatsApp Bantu Bisnis Kelola Pesanan hingga Pembayaran
Ade Hapsari Lestarini • 10 September 2026 23:12
Jakarta: Pemanfaatan artificial intelligence (AI) mulai mengubah fungsi WhatsApp dari sekadar kanal komunikasi pelanggan menjadi bagian dari proses transaksi dan operasional bisnis.
Perubahan tersebut terlihat dari penggunaan AI agent yang dapat memproses percakapan pelanggan sekaligus menjalankan sejumlah aktivitas bisnis, mulai dari menerima pesanan, membuat reservasi, mengatur jadwal, hingga memproses pembayaran.
Neobiz resmi meluncurkan platform AI-Native Business OS di Indonesia dengan Neo sebagai AI agent yang bekerja melalui WhatsApp Business. Platform tersebut menghubungkan percakapan pelanggan dengan sistem operasional bisnis sehingga proses tidak harus berpindah ke berbagai aplikasi.
Founder dan CEO Neobiz Jimmy Petrus mengatakan kebutuhan bisnis saat ini tidak hanya pada kemampuan AI untuk menjawab pertanyaan pelanggan, tetapi juga menyelesaikan proses yang muncul dari percakapan tersebut.
"Bisnis tidak membutuhkan sekadar chatbot lain. Tantangannya adalah bagaimana AI yang berbicara dengan pelanggan juga bisa menyelesaikan pekerjaan di balik percakapan tersebut," ujar Jimmy, dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 September 2026.
Berdasarkan data GWI Q2 2025 yang dimuat dalam Digital 2026 Global Overview Report, sebanyak 90,8 persen pengguna internet Indonesia berusia 16 tahun ke atas menggunakan WhatsApp setidaknya sekali dalam sebulan.
Tingginya penggunaan WhatsApp menjadi salah satu alasan kanal tersebut berpotensi dikembangkan lebih jauh untuk mendukung aktivitas bisnis, terutama dalam menghubungkan interaksi pelanggan dengan proses transaksi.
Dari percakapan ke transaksi
Neobiz mengintegrasikan AI agent dengan sejumlah fungsi bisnis, seperti pesanan, reservasi, appointment, kelas dan lapangan, membership, loyalty, invoice, pembayaran, serta campaign.
AI agent dapat menjalankan tindakan berdasarkan data produk, riwayat pelanggan, dan aturan bisnis yang ditetapkan perusahaan. Sistem juga dilengkapi guardrail dan dapat mengalihkan percakapan kepada staf ketika diperlukan keputusan manusia.
Pada bisnis otomotif, misalnya, AI agent dapat mengenali kendaraan pelanggan berdasarkan riwayat sebelumnya, memeriksa jadwal servis, membuat booking, dan mengirim pengingat. Pada klinik kecantikan dan bisnis wellness, sistem dapat memeriksa ketersediaan jadwal, menahan slot appointment, hingga mengirim permintaan deposit.
Sementara pada restoran dan kafe, pelanggan dapat melakukan pemesanan melalui percakapan atau voice note, yang kemudian diteruskan ke alur operasional dapur dan kasir. Teknologi tersebut dapat digunakan pada berbagai kategori bisnis, antara lain ritel, online commerce, restoran, kafe, beauty and wellness, olahraga, klinik estetika, pendidikan, otomotif, dan bisnis jasa.

Ilustrasi. Foto: Magnific.
Pemanfaatan AI agent juga mulai diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis. Neobiz menyebut sejumlah merchant yang menggunakan platform tersebut melaporkan tingkat pelayanan pelanggan hingga 98 persen, efisiensi biaya hingga 80 persen, serta peningkatan pendapatan sekitar 20–40 persen dalam sejumlah implementasi. Namun, hasil tersebut bervariasi tergantung karakteristik bisnis dan proses operasional yang dioptimalkan.
Salah satu pengguna, VOX Research, memanfaatkan WhatsApp sebagai kanal utama interaksi dengan pelanggan. AI agent digunakan untuk menangani pertanyaan pelanggan hingga menghubungkan percakapan dengan proses booking dan pembayaran.
Pemilik VOX Research Fernan Septiadi mengatakan penggunaan AI membantu mengurangi pekerjaan administratif yang sebelumnya dilakukan secara manual.
"Neo menjawab layaknya tim kami sendiri. Karena booking dan pembayaran sudah menyatu di sistem yang sama, percakapan bisa langsung berakhir menjadi jadwal pemasangan," ujar Fernan.
Selain menangani percakapan, Neobiz menyediakan fitur analitik untuk membantu bisnis mengidentifikasi pola operasional, seperti pelanggan yang mulai tidak aktif dan kapasitas layanan yang belum optimal.
Terhubung dengan sistem bisnis
Neobiz dibangun di atas WhatsApp Business Platform dan berstatus Official Meta Tech Provider. Platform tersebut juga mendukung WhatsApp Coexistence sehingga nomor WhatsApp Business yang telah digunakan perusahaan dapat tetap digunakan melalui aplikasi WhatsApp Business di ponsel sekaligus terhubung dengan sistem Neobiz.
Di luar WhatsApp, pengelolaan inbox, pesanan, booking, data pelanggan, membership, loyalty, campaign, dan laporan dapat dilakukan melalui aplikasi web.
Platform tersebut juga dapat terhubung dengan sistem yang telah digunakan perusahaan, seperti POS, payment gateway, akuntansi, ERP, CRM, dan logistik melalui API dan webhook. Dengan model tersebut, perusahaan dapat mengadopsi AI tanpa harus mengganti seluruh sistem operasional yang sudah berjalan.
Jimmy mengatakan, perkembangan AI mengubah cara perusahaan berinteraksi dengan perangkat lunak. Jika sebelumnya pengguna harus membuka aplikasi dan mengisi sejumlah menu, AI memungkinkan pengguna menyampaikan kebutuhan melalui percakapan.
"Software generasi sebelumnya meminta kita membuka aplikasi, mencari menu, lalu mengisi form. Dengan AI, cukup sampaikan apa yang ingin dicapai. Sistemnya tetap ada di belakang, tetapi cara kita menggunakannya berubah," kata Jimmy.
Neobiz menyatakan platform tersebut telah dapat digunakan oleh bisnis di Indonesia dan selanjutnya berencana memperluas layanan ke kawasan Asia Tenggara.