Ilustrasi: cuaca di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (22/4/2026). ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra
BMKG Ungkap Penyebab Angin Kencang dan Minim Hujan di Sulawesi Utara
Silvana Febiari • 24 August 2026 08:30
Manado: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap sejumlah faktor atmosfer yang memengaruhi kondisi cuaca di Sulawesi Utara. Aktivitas Monsun Australia, El Nino kuat, dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut menghambat pertumbuhan awan hujan dan meningkatkan kecepatan angin di wilayah tersebut.
Koordinator Bidang Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna, mengatakan kondisi tekanan udara yang tinggi akibat pengaruh El Nino dan IOD positif membuat pertumbuhan awan menjadi lebih terbatas.
"El Nino dengan intensitas kuat dan IOD positif berpengaruh terhadap terhambatnya pertumbuhan awan akibat kondisi tekanan udara yang tinggi, yang turut meningkatkan kecepatan angin di wilayah Sulut," ujar Karina, dilansir dari Antara, Senin, 24 Agustus 2026.
Selain faktor tersebut, keberadaan bibit siklon tropis 97W di wilayah Samudra Pasifik utara Papua juga berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan angin di Sulawesi Utara.
Meski sebagian besar wilayah Sulawesi Utara diperkirakan mengalami cuaca cerah hingga hujan ringan, BMKG tetap mengeluarkan peringatan dini hingga 30 Agustus 2026.
Masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Peningkatan akumulasi curah hujan harian juga perlu diantisipasi.
Kondisi cuaca cerah hingga hujan ringan diprakirakan terjadi di Kota Manado, Tomohon, Bitung, Kotamobagu, serta Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, dan Minahasa Tenggara.
Cuaca serupa juga diprakirakan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.
Di sisi lain, musim kemarau yang melanda Sulawesi Utara telah memicu kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Kebakaran terjadi di Kota Manado, Kabupaten Minahasa Selatan, dan Minahasa Tenggara.

Tim gabungan memadamkan api di kawasan hutan lindung Gunung Soputan yang terbakar pada 2 Agustus 2026. ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Minahasa Tenggara
Angin kencang turut meningkatkan risiko penyebaran api. Sekitar 1.000 hektare kawasan hutan lindung Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara dilaporkan hangus terbakar.
BMKG mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perkembangan cuaca, terutama potensi angin kencang dan hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba selama periode peringatan dini.