Pemerintah Pastikan Kawal Pemulihan Warga Terdampak Gempa NTT

Tangkapan layar - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Kamis (20/8/2026). ANTARA/Tri Meilani Ameliya

Pemerintah Pastikan Kawal Pemulihan Warga Terdampak Gempa NTT

Siti Yona Hukmana • 22 August 2026 08:52

Jakarta: Pemerintah memastikan penanganan terhadap warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Penanganan akan terus dikawal hingga kehidupan masyarakat pulih seperti sebelum gempa terjadi.   

"Pemulihan kehidupan masyarakat akan terus dikawal, agar warga Pulau Palue dapat kembali beraktivitas dengan aman dan perlahan meninggalkan trauma akibat gempa," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dilansir Antara, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Masyarakat Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, NTT diharapkan dapat menatap masa depan dengan lebih tenang, menyusul akses yang kini mulai terbuka dan dukungan yang terus mengalir. Berton menegaskan pemerintah bersama seluruh unsur terkait akan terus hadir, memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, sekaligus mendampingi proses pemulihan hingga kehidupan warga kembali pulih.

Diketahui, Pulau Palue merupakan salah satu wilayah yang merasakan dampak gempa cukup kuat, karena lokasinya relatif dekat dengan pusat gempa yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang beragam.

Di tengah pemulihan, sejumlah warga masih memilih mendirikan tenda secara mandiri di sekitar rumah sebagai tempat beristirahat sementara, karena masih diliputi rasa khawatir untuk kembali menempati rumah. Kekhawatiran tersebut tidak terlepas dari guncangan gempa susulan yang masih dirasakan masyarakat.

Kondisi psikologis warga itu menjadi perhatian pemerintah, terlebih setelah sebelumnya Desa Ladolaka sempat mengalami keterisolasian akibat akses utama tertutup material longsor yang dipicu oleh gempa. Namun, kondisi tersebut kini berangsur membaik.

Salah satu bangunan madrasah yang terdampak gempa di NTT. ANTARA/HO-Kemenag

Sebanyak tiga unit ekskavator dikerahkan untuk membersihkan material longsor, sehingga jalur yang sebelumnya terputus dapat kembali tersambung dan mulai dilalui masyarakat. Akses darat yang kembali terbuka menjadi langkah penting dalam mempercepat mobilisasi bantuan sekaligus mendukung aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.

“Beberapa hari yang lalu jalur akses sudah bisa kita lalui setelah tiga alat berat dikerahkan. Akses yang sebelumnya tertutup longsor kini sudah mulai bisa dilewati,” kata Kepala BNPB Suharyanto saat mengunjungi Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, NTT beberapa waktu lalu.

(Siti Yona Hukmana)