Ilustrasi, bitcoin. Foto: theguardian.com
Harga Bitcoin Nyaris Tembus USD80 Ribu, Naik 22,6% Sepekan
Husen Miftahudin • 25 August 2026 10:09
New York: Harga bitcoin mendekati level USD80 ribu pada perdagangan Senin waktu setempat, untuk pertama kalinya sejak pertengahan Mei. Penguatan tersebut melanjutkan reli setelah bitcoin mencatatkan kinerja mingguan terbaik dalam lebih dari tiga tahun.
Mengutip Investing.com, Selasa, 25 Agustus 2026, harga bitcoin naik 1,5 persen menjadi USD78.980,40. Bitcoin sebelumnya menyentuh level tertinggi pada sesi perdagangan di level USD79.975,80.
Pada pekan sebelumnya, harga bitcoin melonjak hingga 22,6 persen. Kenaikan tersebut menjadi kinerja mingguan terbaik bitcoin sejak Maret 2023.
Regulasi kripto AS jadi perhatian
Penguatan bitcoin turut didukung perkembangan regulasi kripto di AS. Presiden Donald Trump pada pekan lalu mendorong anggota parlemen untuk mengesahkan versi Undang-Undang Klarifikasi yang dinilai dapat memperkuat kerangka regulasi industri aset kripto di AS.
Rancangan undang-undang tersebut telah tertahan di Kongres selama lebih dari setahun. Namun, pembahasannya kembali menghadapi perbedaan pendapat, termasuk mengenai klasifikasi aset kripto sebagai sekuritas atau komoditas serta perlakuan terhadap pembayaran imbal hasil pada stablecoin.
Anggota parlemen juga memperdebatkan usulan pembatasan transaksi kripto oleh anggota parlemen dan pejabat pemerintah. Perdebatan tersebut berlangsung di tengah sorotan terhadap keuntungan Trump dari sektor aset kripto selama masa kepresidenannya.
Meski Trump telah mendorong pengesahan aturan tersebut, belum ada kepastian mengenai waktu RUU itu akan disahkan menjadi undang-undang.
Baca Juga :
Bitcoin diuntungkan tekanan pasar obligasi
Kenaikan bitcoin juga berlangsung seiring perkembangan di pasar obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat pada pekan lalu di tengah aksi jual berkepanjangan, terutama pada obligasi jangka panjang.
Tekanan tersebut dipengaruhi kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak serta besarnya penerbitan utang perusahaan untuk membiayai investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 30 tahun naik 1 basis poin dan mencapai 5,337 persen, level tertinggi dalam lebih dari 19 tahun. Imbal hasil obligasi acuan 10 tahun meningkat 4,2 basis poin.
Pada perdagangan Senin, imbal hasil kedua obligasi tersebut bergerak turun. Imbal hasil obligasi 30 tahun terakhir turun 4,5 basis poin, sedangkan imbal hasil obligasi 10 tahun turun 3,8 basis poin.
Departemen Keuangan AS sebelumnya mengumumkan rencana meningkatkan nilai pembelian kembali utang pemerintah jangka panjang menjadi sedikitnya USD4 miliar dari USD2 miliar.
Langkah tersebut sempat mendorong kenaikan harga obligasi jangka panjang dan menekan imbal hasil. Namun, sebagian besar kenaikan harga obligasi terkikis pada Kamis dan Jumat.
Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS juga meningkat setelah utang pemerintah AS melampaui USD40 triliun. Dalam kondisi tersebut, investor dapat mengalihkan sebagian modal dari mata uang fiat ke aset seperti emas dan kripto sebagai instrumen yang dipandang dapat melindungi nilai aset.
Adapun, harga emas dan aset kripto sama-sama menguat pada pekan lalu ketika dolar AS mengalami pelemahan.

(Ilustrasi. Foto: dok KBI)
Harga-harga aset kripto bergerak beragam
Pergerakan aset kripto lainnya pada perdagangan Senin berlangsung beragam, meski sebagian besar mencatatkan kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Berikut selengkapnya:
- Ethereum, aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, naik 0,6 persen menjadi USD2.484,01.
- XRP turun 3 persen menjadi USD1,4787.
- Solana naik 0,1 persen.
- BNB naik 1,7 persen.
- Cardano turun 2,7 persen.
- Di kelompok memecoin, Dogecoin turun 3,8 persen.
- Token $TRUMP terkoreksi 10,1 persen.