Presiden RI Prabowo Subianto menerima laporan Program Bedah Rumah yang disampaikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (9/6/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Prabowo Perluas Akses Hunian Layak Masyarakat
Gabriella Thesa Widiari • 10 June 2026 08:24
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyetujui rencana penambahan Program Bedah Rumah pada 2027. Langkah ini untuk mempeluas akses masyarakat terhadap hunian layak, sekaligus melanjutkan percepatan pembangunan rumah subsidi dan program perumahan nasional.
"Perkembangan pelaksanaan Program Bedah Rumah yang menargetkan perbaikan 400 ribu unit rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni yang aman dan nyaman bagi masyarakat di berbagai daerah," ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dilansir dari Antara, Rabu, 10 Juni 2026.
Dia mengatakan, pada Selasa, 9 Juni 2026, Presiden menerima Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait di Istana Merdeka. Dalam pertemuan itu, dilaporkan mengenai perkembangan sejumlah program prioritas di sektor perumahan yang bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat serta memperluas akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau.
Selain Program Bedah Rumah, Maruarar juga melaporkan kemajuan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi. Adapun pembangunan tersebut merupakan bagain dari percepatan Program 3 Juta Rumah.
"Kemajuan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, sebagai bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah, yang saat ini telah memasuki tahapan land clearing dan groundbreaking," kata Teddy.
.jpg)
Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres.
Pemerintah juga terus mendorong pelaksanaan berbagai program prioritas di sektor perumahan, di antaranya pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pembangunan rumah susun, penataan kawasan kumuh serta pengembangan skema pembiayaan perumahan yang lebih mudah diakses.
Langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden untuk memastikan pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Tetapi juga menghadirkan kesejahteraan yang dirasakan langsung masyarakat melalui akses terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas.
"Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Teddy.