Jangan Takut Gagal, Begini Strategi Berbisnis untuk Anak Muda

Founder Kebab Turki Baba Rafi & CEO PT Nava Kreasi, Nilamsari. Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda.

Jangan Takut Gagal, Begini Strategi Berbisnis untuk Anak Muda

Husen Miftahudin • 31 January 2026 15:36

Jakarta: Founder Kebab Turki Baba Rafi & CEO PT Nava Kreasi, Nilamsari, membagikan resep penting bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia wirausaha. Berdasarkan pengalamannya selama 23 tahun, Nilamsari mengingatkan bisnis bukan informasi teknis semata, melainkan terletak pada bagaimana seorang pengusaha mampu memberikan sentuhan personal dalam memecahkan masalah dan menghadirkan solusi bagi pasar. 

"Bisnis itu tentang bagaimana kita bisa men-touch secara personal market yang mau kita tuju. Nah, ini tidak bisa ditiru you need to understand yourself," ujar Nilamsari saat ditemui usai final konferensi pers DSC Season 16, dikutip Sabtu, 31 Januari 2026.

Nilam menjelaskan, karakter unik ini merupakan elemen yang tidak dapat ditiru oleh siapapun, sehingga setiap pengusaha dituntut untuk memahami diri sendiri sebelum menawarkan nilai kepada konsumen.
 

Baca juga: DSC Perkuat Jejaring Wirausaha Demi Mendukung Pertumbuhan Ekonomi RI
 

Membangun ekosistem suportif


Nilamsari memberikan perspektif baru mengenai kerasnya dunia kewirausahaan yang diibaratkan sebagai perjalanan panjang menantang. Selain modal tekun belajar, ia menyarankan bagi para pengusaha muda untuk mencari atau membangun ekosistem yang suportif. 

Baginya, memiliki lingkungan atau komunitas yang saling mendukung sangat krusial agar pebisnis tidak merasa berjuang sendirian di tengah tekanan mental yang tinggi. Ekosistem yang aman ini menjadi sandaran penting agar semangat juang tetap terjaga dalam jangka panjang.

"Entrepreneur itu perjalanan yang sangat panjang jadi kalau teman-teman yang mau berbisnis, selain kita persisten tentunya kita tekun belajar dan yang paling penting kita harus punya ekosistem. Ekosistem yang mendukung dimana kita merasa tidak sendirian," jelas dia.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 

Jangan takut 'gagal' dalam berbisnis


Menyikapi fenomena kegagalan bisnis bagi anak muda yang sering merasa patah semangat karena kegagalan atau bisnis stagnan, Nilamsari menegaskan perasaan jatuh atau "down" adalah emosi yang wajar. Nilam menganalogikan kegagalan bisnis seperti mengikuti ujian remedial di bangku kuliah, yakni sebuah proses mengulang yang tidak berarti mulai dari titik nol.

"Nah buat temen-temen yang bisnis tapi terkadang gagal terus dan kok mentok terus bisnisnya, itu perasaan yang wajar. Tapi bukan berarti kita mulai dari nol dan gak boleh jatuh di lubang yang sama. Spirit of persistence itu adalah bagaimana kita jatuh, bangkit dan melakukannya secara berbeda," terang Nilam.

Nilam berpesan, semangat persistensi sejati bagi anak muda bukan hanya soal jatuh dan bangkit, melainkan keberanian untuk mencoba hal baru demi mencapai hasil yang maksimal. (Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)