Ilustrasi garis polisi. (Anadolu Agency)
Dua Pelajar Ditangkap usai Penembakan yang Tewaskan 3 Orang di Filipina
Willy Haryono • 22 June 2026 18:13
Tacloban: Dua pelajar ditangkap polisi usai terjadinya penembakan yang menewaskan tiga orang dan membuat tujuh lainnya mengalami luka-luka di sebuah sekolah menengah di Filipina bagian tengah pada Senin, 22 Juni 2026.
Penembakan terjadi di San Jose National High School, Kota Tacloban, Pulau Leyte, sekitar 580 kilometer tenggara Manila.
Menurut keterangan polisi, penembakan terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat di dalam area sekolah. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif dan kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Dilansir dari Al Jazeera, Kepala Kepolisian Tacloban Noelito Getigan mengatakan kedua pelaku menggunakan senjata api kaliber .38 dan pistol 9 milimeter.
Salah satu tersangka merupakan siswa kelas 9 yang masih berstatus anak di bawah umur. Ia ditangkap tidak lama setelah insiden terjadi. Sementara itu, pelaku kedua kemudian menyerahkan diri kepada aparat.
Polisi belum mengungkap identitas kedua pelaku maupun hubungan mereka dengan para korban. Seluruh korban yang mengalami luka telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Aparat keamanan juga menambah personel di lingkungan sekolah guna memastikan keselamatan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. segera memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut. Dalam pernyataan resmi, kantor presiden menyebut Marcos merasa prihatin dan berduka atas peristiwa yang menewaskan para pelajar tersebut.
Pemerintah juga meminta aparat memastikan keamanan di seluruh fasilitas publik, khususnya sekolah-sekolah.
Otoritas mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mendukung proses investigasi yang sedang berlangsung.
Insiden Langka di Filipina
Kementerian Pendidikan Filipina menyatakan insiden tersebut sebagai situasi dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Dalam pernyataannya, kementerian mengutuk aksi kekerasan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.Penembakan di lingkungan sekolah tergolong jarang terjadi di Filipina dibandingkan sejumlah negara lain.
Salah satu kasus besar sebelumnya terjadi pada Juli 2022 ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan dalam upacara wisuda fakultas hukum di Ateneo de Manila University di Quezon City.
Insiden tersebut menewaskan tiga orang, termasuk mantan Wali Kota Lamitan, Rose Furigay.
Baca juga: Tiga Orang Tewas dan Lima Terluka dalam Insiden Penembakan di Sekolah Filipina