Kapal Terkait Jepang Berhasil Lewati Selat Hormuz Setelah Blokade Dilonggarkan

Kapal tanker yang berada di Selat Hormuz. Foto: Anadolu

Kapal Terkait Jepang Berhasil Lewati Selat Hormuz Setelah Blokade Dilonggarkan

Muhammad Reyhansyah • 19 June 2026 21:15

Tokyo: Sebuah kapal yang terkait dengan Jepang berhasil melintasi Selat Hormuz dan keluar dari Teluk Persia setelah pelonggaran blokade yang sempat mengganggu pelayaran di jalur strategis tersebut selama sekitar tiga bulan.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan kapal tersebut kini sedang berlayar menuju Jepang.

“Pada 19 Juni, satu kapal yang terkait dengan Jepang dan sempat tertahan di Teluk Persia berhasil melintasi Selat Hormuz, keluar dari Teluk Persia, dan kini sedang berlayar menuju Jepang,” kata Takaichi melalui platform media sosial X, dikutip dari Anadolu, Jumat, 19 Juni 2026.

Ia menambahkan terdapat tiga awak berkewarganegaraan Jepang di atas kapal tersebut.

Harian The Japan News melaporkan sebuah kapal tanker minyak berbendera Arab Saudi yang menuju Pelabuhan Kiire di Kota Kagoshima kembali menyalakan sistem pelacakan lokasinya pada Kamis saat berada di Teluk Oman, di sebelah timur Selat Hormuz.

Menurut laporan tersebut, kapal tanker itu berhenti mengirimkan sinyal lokasi sejak pertengahan April saat berada di Teluk Persia dan diperkirakan kembali mengaktifkan sistem pelacakan setelah melintasi Selat Hormuz.

Puluhan Kapal Terkait Jepang Masih Tertahan

The Japan News juga melaporkan kapal tanker minyak mentah Tenzan yang dioperasikan perusahaan Jepang, dan sebelumnya berada di lepas pantai Uni Emirat Arab, bergerak menuju Selat Hormuz dan memasuki perairan tersebut pada Kamis malam.

Pejabat pemerintah Jepang menyatakan sejumlah warga negara Jepang berada di atas kapal tersebut.

Mengutip Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang, laporan itu menyebut masih terdapat 38 kapal yang terkait dengan Jepang berada di Teluk Persia hingga Kamis, dengan sekitar 900 orang berada di dalamnya.

“Kami akan terus melakukan segala upaya diplomatik agar seluruh kapal dapat melintasi Selat Hormuz sesegera mungkin,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara dalam konferensi pers pada Jumat.

Kementerian Luar Negeri Jepang sebelumnya menyatakan sebuah kapal terkait Jepang yang tertahan di Teluk Persia berhasil keluar dari kawasan tersebut pada 14 Mei. Saat itu, masih terdapat 39 kapal terkait Jepang yang berada di wilayah tersebut.

Pada 29 April, kapal lain yang membawa tiga awak asal Jepang juga dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz dan melanjutkan pelayaran menuju Jepang.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur transit minyak dan gas paling penting di dunia. Gangguan pelayaran di kawasan tersebut sempat membuat puluhan kapal terkait Jepang tertahan di Teluk Persia.

Sebelum krisis terjadi, lebih dari 90 persen impor minyak mentah Jepang berasal dari kawasan Timur Tengah, sehingga jalur tersebut memiliki arti strategis bagi keamanan energi Tokyo.

(Fajar Nugraha)