Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com
Daftar 8 Paket Stimulus Ekonomi Semester II
Eko Nordiansyah • 23 June 2026 13:35
Jakarta: Pemerintah terus mengambil langkah-langkah proaktif dan antisipatif guna memitigasi berbagai risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional. Upaya ini dilakukan guna menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
“Oleh karena itu, sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pada kesempatan ini kami akan mengumumkan stimulus ekonomi di semester II,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers dikutip Selasa, 23 Juni 2026.
Terdapat delapan kebijakan dalam stimulus ekonomi semester II-2026
Pertama, pemerintah menetapkan insentif Pajak Penulis berupa tarif khusus PPh Final Royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis nasional untuk mendukung industri kreatif dan kesejahteraan para pembuat karyaKedua, pemerintah memberikan insentif dan diskon transportasi untuk mendorong mobilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi selama periode libur sekolah, di antaranya:
- Diskon sebesar 30 persen harga tiket untuk Kereta Api tanggal 20 Juni - 5 Juli 2026.
- Diskon 30 persen tarif dasar untuk Kapal Pelni tanggal 20 Juni - 15 Agustus 2026.
- Gratis tarif jasa kepelabuhan ASDP tanggal 20 Juni - 5 Juli 2026.
- Subsidi penuh PPN DTP 100 persen untuk tiket pesawat domestik berjadwal kelas ekonomi.
- Diskon sebesar 30 persen harga tiket untuk Kereta Api tanggal 22 Desember 2026 - 4 Januari 2027.
- Diskon 30 persen tarif dasar untuk Kapal Pelni tanggal 17 Desember 2026 – 10 Januari 2027.
- Gratis tarif jasa kepelabuhan ASDP tanggal 22 Desember 2026 – 10 Januari 2027.
- Subsidi PPN DTP 100 persen untuk penerbangan domestik berjadwal kelas ekonomi.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Keempat, pemerintah meluncurkan beberapa insentif impor LPG dan Bahan Baku Plastik dengan menetapkan Bea Masuk Nol Persen atas impor LPG bagi industri petrokimia.
Kelima, program Magang Nasional tahap II akan dimulai pada Juli 2026 dengan alokasi anggaran sebesar Rp4,14 triliun yang akan menyasar 150 ribu peserta fresh graduate perguruan tinggi.
Keenam, pelatihan vokasi untuk program peningkatan keterampilan dan kompetensi ketenagakerjaan. Target prioritas dari program ini difokuskan secara khusus kepada 220 ribu lulusan SMK, serta perlindungan bagi 50 ribu pekerja yang terdampak PHK.
Ketujuh, bantuan Beras 10 kg yang dimulai bulan Juli 2026. Pemerintah akan mendistribusikan bantuan beras masing-masing sebesar 10 kg kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan berturut-turut dengan anggaran Rp17,54 triliun.
Kedelapan, bantuan Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) Kedelai. Pemerintah memberikan bantuan kepada pengrajin tahu dan tempe paling tinggi sebesar Rp2.000/kg untuk total kuota 250 ribu ton pada tahap pertama.
“Jadi total stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk di semester II ini nilainya sekitar Rp26,34 triliun, terdiri dari stimulus insentif transportasi Rp2,04 triliun, anggaran magang dan vokasi sekitar Rp6,26 triliun dan bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun,” ujar Airlangga.