IHSG Ditutup di Zona Hijau ke 6.177

Ilustrasi. Foto: Dok MI

IHSG Ditutup di Zona Hijau ke 6.177

Eko Nordiansyah • 19 June 2026 16:56

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini bertengger di zona hijau. IHSG bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini, namun berhasil ditutup menguat.

Berdasarkan data RTI, Jumat, 19 Juni 2026, IHSG sore naik 4,798 poin atau setara 0,08 persen ke posisi 6.177,139. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 6.161. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 6.117 dan tertinggi di posisi 6.215.

Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 32,447 miliar senilai Rp26,518 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.812,087 triliun dengan frekuensi sebanyak 1.750.341 kali.

Sore ini, tercatat sebanyak 332 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 341 saham melemah, dan 141 saham lainnya stagnan.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

IHSG bergerak volatil dipicu kombinasi sentimen

Dari dalam negeri, MSCI untuk pertama kalinya secara eksplisit menurunkan skor Information Flow Indonesia dari "+" menjadi "-" dan mengaitkannya dengan isu transparansi kepemilikan saham, free float, serta coordinated trading behavior yang mengganggu price discovery.

Laporan tersebut, menurut dia, merupakan sinyal peringatan bahwa apabila isu tata kelola pasar, transparansi free float, dan kualitas pembentukan harga tidak membaik, maka discount valuation Indonesia berpotensi bertahan lebih lama dan menjadi salah satu alasan mengapa dana asing masih enggan kembali masuk secara agresif.

Kemudian, investor masih menantikan pengumuman selanjutnya yaitu MSCI Annual Market Classification Review pada Rabu pekan depan, 24 Juni 2026. ????

Kemarin, Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI Rate 25 bps menjadi 5,75 persen, menandai kenaikan ketiga dalam waktu sekitar satu bulan sebagai langkah mempertahankan stabilitas Rupiah di tengah gejolak global dan memastikan inflasi tetap berada dalam target 2,5 plus minus 1 persen pada 2026-2027.

Dari mancanegara, sentimen pasar saat ini ditentukan oleh dua kekuatan yang saling berlawanan. Di satu sisi, kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang ditandatangani di Versailles, Prancis, mendukung risk appetite, menurunkan harga energi, dan mengurangi risiko gangguan pasokan global.

Di sisi lain, kepemimpinan baru Kevin Warsh di The Fed memperkuat narasi higher-for-longer setelah dot plot terbaru, yang menunjukkan peluang kenaikan suku bunga tambahan tahun ini.

"Ke depan, fokus investor akan tertuju pada implementasi kesepakatan damai AS dengan Iran, negosiasi nuklir di Swiss, stabilitas arus pelayaran Selat Hormuz, serta sinyal lanjutan arah kebijakan moneter Eurozone dari para pejabat Europan Central Bank (ECB)," ujar ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, dikutip dari Antara.

(Eko Nordiansyah)