Demi Ketahanan Pangan, Pemerintah Genjot Pengembangan Tambak Udang-Ikan

Ilustrasi, petambak udang. Foto: dok Aquarev.

Demi Ketahanan Pangan, Pemerintah Genjot Pengembangan Tambak Udang-Ikan

Husen Miftahudin • 25 May 2026 12:33

Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan tambak udang dan ikan produktif untuk memperkuat swasembada protein nasional.
 
"Hasil panen udang dari kawasan akan diarahkan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebagai bagian dari penguatan swasembada protein," kata Zulhas dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 25 Mei 2026.
 
Sebelumnya Presiden Prabowo meninjau panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen, Jawa Tengah. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Negara menyaksikan proses panen udang dan ikut menarik jaring bersama Zulhas serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
 
Pemerintah menempatkan panen raya udang tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pasokan protein masyarakat sekaligus membuka peluang ekspor. Selain kawasan tambak udang di Kebumen, Presiden juga mendorong pembangunan tambak udang di Waingapu seluas 2.000 hektare dan Gorontalo seluas 200 hektare.
 
Pemerintah juga menyiapkan pengembangan tambak ikan di kawasan pantai utara Jawa Barat seluas 14 ribu hektare. Tambak udang di Desa Tegal Retno, Kebumen, memiliki luas lahan 65 hektare dengan jumlah kolam sebanyak 206 petak.
 
Kawasan tersebut dikelola Badan Layanan Umum (BLU) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan telah dibangun sekitar tiga tahun.
 

Baca juga: Ekspor Pupuk ke Australia, Mentan: Indonesia Dipercaya Jaga Stabilitas Pangan Kawasan


(Menko Pangan Zulkifli Hasan. Foto: dok Kemendag)
 

Bidik 40 ton udang/hektare tambak

 
Zulhas menyebutkan setiap hektare tambak ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 40 ton udang. Dengan harga sekitar Rp70 ribu per kilogram, kawasan tersebut ditargetkan menghasilkan produksi hingga 960 ton per siklus atau sekitar 1.920 ton per tahun.
 
"Nilai produksi tambak tersebut mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus atau Rp134,4 miliar per tahun, menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal," ungkap Zulhas.
 
Berdasarkan data KKP, nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai USD6,27 miliar, dengan komoditas udang menyumbang sekitar USD1,87 miliar atau hampir 30 persen dari total ekspor perikanan nasional.
 
Pemerintah menilai sektor perikanan budidaya menjadi salah satu penopang penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan devisa negara. Setelah capaian swasembada beras, jagung, telur, ayam, dan ikan, pemerintah mengarahkan pengembangan tambak udang dan ikan untuk memperkuat swasembada protein.
 
Zulhas menilai penguatan swasembada protein diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas angkatan kerja, kecerdasan anak, serta percepatan penurunan stunting.

(Husen Miftahudin)