Hujan deras dan luapan sungai membuat sejumlah wilayah di Kecamatan Cepu, Blora, banjir pada Minggu (malam, 24 Mei 2026. (HO - BPBD Blora)
Permukiman di Blora Terendam Luapan Sungai Ngareng dan Tamansiswa
Silvana Febiari • 25 May 2026 08:41
Semarang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora melaporkan banjir akibat luapan sungai merendam puluhan rumah di sejumlah lokasi di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat dengan durasi cukup lama mengguyur wilayah Kecamatan Cepu.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, Agung Triyono, mengatakan banjir berasal dari luapan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa yang melintasi kawasan permukiman warga.
“Banjir luapan menggenangi rumah warga di beberapa lokasi di Kecamatan Cepu,” ujar Agung, dilansir dari Antara, Senin, 25 Mei 2026.
Baca Juga :
Banjir di Cepu Blora Renggut Nyawa Warga
Di Kelurahan Cepu, banjir merendam 35 rumah di RW 01 Lingkungan Ngareng Sawahan dengan ketinggian air 30 hingga 60 sentimeter. Sementara di Kelurahan Balun, lima rumah di RW 11 Gang Swadaya, Lingkungan Tukbuntung, turut terdampak dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 70 sentimeter.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat ini, kata Agung, Tim TRC BPBD Blora telah melakukan asesmen, pendataan, serta membantu evakuasi warga terdampak banjir.
_11zon.jpg)
Ilustrasi banjir. Metrotvnews.com/Khairunnisa
Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan untuk penanganan lanjutan. BPBD menyebut arus air yang deras dan debit sungai yang masih tinggi menjadi kendala dalam proses penanganan di lapangan.
Meski demikian, kondisi banjir di sejumlah lokasi dilaporkan mulai surut dan tidak ada warga yang mengungsi. “Beberapa wilayah sudah mulai surut dan berangsur normal,” ujar Agung.