Arsenal dipastikan keluar sebagai juara Liga Inggris musim ini. Instagram: @Arsenal
Lima Faktor Kunci Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026
Khoerun Nadif Rahmat • 20 May 2026 07:57
Jakarta: Arsenal akhirnya memastikan diri menjadi juara Liga Primer Inggris 2025/2026 setelah penantian selama 22 tahun. Kepastian itu didapat usai Manchester City hanya bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth pada Rabu (20/5).
Tim asuhan Mikel Arteta sukses mengungguli persaingan dengan City dan mengunci gelar dengan menyisakan satu laga. Setelah tiga musim berturut-turut menjadi runner-up, The Gunners kini kembali berdiri di puncak sepak bola Inggris.
Berikut lima faktor utama keberhasilan Arsenal merebut gelar Liga Primer musim ini:
David Raya Konsisten di Bawah Mistar Gawang
David Raya kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di Liga Primer. Kiper asal Spanyol itu meraih penghargaan Golden Glove untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah mencatat clean sheet terbanyak musim ini.Raya tampil konsisten sepanjang musim dan tidak pernah absen di liga. Ia menjadi penentu kemenangan Arsenal dalam sejumlah laga penting, termasuk kemenangan 1-0 atas Manchester United dan West Ham. Pada laga melawan West Ham awal bulan ini, Raya menjadi pusat perhatian setelah VAR memutuskan dirinya dilanggar sehingga gol penyeimbang lawan di masa injury time dianulir. Sebelum momen tersebut, ia juga melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Mateus Fernandes.
"David Raya, bagi saya, harus menjadi pemain terbaik musim ini," kata mantan kapten Arsenal Patrick Vieira dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 20 Mei 2026.
"Saya pikir dia luar biasa dari pertandingan pertama hingga akhir musim, saya pikir dia benar-benar mengesankan."
Raja Bola Mati
Arsenal tampil sangat mematikan lewat situasi bola mati sepanjang musim ini. Lebih dari 40 persen gol mereka di Liga Primer berasal dari skema tersebut.Sebanyak 28 gol lahir dari bola mati dan 18 di antaranya berasal dari sepak pojok. Catatan itu menjadi rekor baru dalam satu musim Liga Inggris.
Meski sempat mendapat ejekan sebagai Set Piece FC, Arsenal justru menjadikan bola mati sebagai salah satu kekuatan utama mereka. Pelatih spesialis Nicolas Jover dinilai sukses merancang berbagai variasi serangan yang efektif.
Dukungan akurasi umpan Bukayo Saka dan Declan Rice, ditambah keunggulan duel udara para pemain Arsenal, membuat lawan kesulitan menghentikan ancaman mereka.

Arsenal. Foto: Dok. Arsenal.
Kegemilangan Declan Rice
Declan Rice menjadi figur penting di balik keberhasilan Arsenal musim ini. Gelandang tim nasional Inggris itu memang gagal memenangi penghargaan pemain terbaik versi jurnalis sepak bola, tetapi kontribusinya dinilai sangat besar bagi tim.Rice telah bermain lebih dari 4.000 menit di semua kompetisi musim ini. Arsenal sebelumnya mengeluarkan lebih dari 100 juta pound sterling untuk memboyongnya dan keputusan tersebut terbukti tepat.
Pemain berusia 27 tahun itu mencatat empat gol dan lima assist di Liga Primer. Selain kontribusi menyerang, kerja kerasnya dalam membantu pertahanan menjadi faktor penting yang membuat Arsenal memiliki lini belakang terbaik di kompetisi.
Kedalaman Skuad yang Kuat
Arsenal juga dinilai mampu belajar dari pengalaman musim lalu ketika badai cedera menggagalkan peluang mereka bersaing hingga akhir musim.Musim ini sejumlah pemain penting seperti Bukayo Saka, Gabriel Magalhaes, Martin Odegaard, Kai Havertz, dan Jurrien Timber sempat mengalami cedera. Namun, Arsenal mampu tetap konsisten berkat kedalaman skuad yang lebih baik.
Pemain-pemain anyar seperti Eberechi Eze, Martin Zubimendi, Viktor Gyokeres, Noni Madueke, Piero Hincapie, dan Cristhian Mosquera memberikan kontribusi penting sepanjang musim.
Selain membawa Arsenal menjuarai Liga Primer, kedalaman skuad tersebut juga mengantar mereka melaju hingga mendekati gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Rival yang Tergelincir
Keberhasilan Arsenal musim ini juga tidak lepas dari menurunnya performa para pesaing utama mereka.Arsenal sebenarnya pernah mengumpulkan poin lebih banyak dua musim lalu, tetapi gagal juara karena kalah bersaing dengan Manchester City. Dalam beberapa musim terakhir, City dan Liverpool kerap memenangi liga dengan raihan lebih dari 90 poin.
Namun musim ini, Arsenal cukup mengunci gelar dengan 82 poin. City dinilai kehilangan konsistensi yang selama ini menjadi ciri khas tim asuhan Pep Guardiola.
Sementara itu, Liverpool gagal mempertahankan performa terbaik mereka. Manchester United juga harus puas finis di posisi ketiga setelah sempat memecat Ruben Amorim di tengah musim.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com