Mendorong Generasi Muda Adu Gagasan Fintech Lending, dari AI hingga Risiko Kredit

Ilustrasi. Foto: Medcom.id.

Mendorong Generasi Muda Adu Gagasan Fintech Lending, dari AI hingga Risiko Kredit

Ade Hapsari Lestarini • 7 May 2026 13:38

Jakarta: Generasi muda ditantang untuk menghasilkan ide-ide inovatif yang berkaitan dengan pinjaman daring (pindar) atau fintech lending yang aman.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari inovasi fintech di Indonesia yang bertanggung jawab dan berdampak bagi masyarakat. Sejalan dengan itu, PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berkolaborasi mengadakan kompetisi karya tulis ilmiah untuk mahasiswa.

Sebagai bagian dari inisiatif Tech for Indonesia, program FutureFin memberikan kesempatan pada mahasiswa UNS untuk menghasilkan ide-ide inovatif yang berkaitan dengan kegiatan pindar atau fintech lending yang aman.

Dari 61 karya tulis yang diterima, yang mencerminkan perkembangan inovasi fintech di Indonesia, 10 finalis terpilih mempresentasikan gagasan mereka di bidang fintech lending. Termasuk solusi terkait risiko kredit dan teknologi keuangan di hadapan dewan juri yang terdiri dari praktisi industri dan akademisi.

"Melalui kompetisi FutureFin, kami ingin membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung terhadap perkembangan industri fintech yang dinamis. Antusiasme dan kualitas gagasan yang ditunjukkan menjadi bukti talenta muda Indonesia memiliki potensi besar untuk membawa inovasi yang berdampak bagi masa depan industri ini," ujar Direktur Keuangan AdaKami, Valentina Juveline, dalam keterangan tertulis, Kamis, 7 Mei 2026.



 

Merangkul talenta muda di bidang fintech


Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Bhimo Rizky Samudro, turut mengapresiasi partisipasi mahasiswa UNS dalam kompetisi ini.

"Kompetisi ini menjadi puncak dari rangkaian program kolaboratif antara AdaKami dan UNS yang bertujuan mendorong pengembangan talenta muda di bidang fintech melalui proses seleksi, mentoring, dan pengembangan ide selama beberapa bulan terakhir," tambah dia.

Menurut Bhimo, para mahasiswa telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis dalam kompetisi ini. FutureFin menjadi wadah yang sangat baik untuk mengasah kemampuan sekaligus menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri.

"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada AdaKami atas kolaborasi yang terjalin dengan FEB UNS khususnya Prodi S1 Bisnis Digital, yang telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi dan menghadirkan inovasi jasa keuangan, khususnya di sektor fintech lending, yang aplikatif serta relevan dalam menjawab tantangan inklusi saat ini. Hal ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDG) ke-17," jelas dia.

Dari 10 finalis, terpilih tiga pemenang FutureFin yakni Oryza Sativa Heavenia & Piero Muharoja Anantra: Deteksi First-Party Fraud pada Pinjaman Digital Menggunakan Pendekatan Proxy Income Estimation dan DataPerilaku Multi-Sumber. Kemudian Zahra Syakira Nabilla: Pengembangan Sistem Credit Scoring Berbasis Hybrid Neural XGBoost dengan Explainable AI untuk Prediksi Risiko Gagal Bayar pada Platform Peer-to-Peer Lending, dan Jonnathan Azarel Gunawan & Raihan Ade Alfattah: Optimalisasi Limit KreditNasabah melalui Integrasi XGBoost dan LightGBM dengan Modul SHAP.

"Acara ini sangat luar biasa karena di sini kami para mahasiswa bisa eksplor dan mencari solusi untuk ide dalam dunia fintech. Saya berharap AdaKami dapat menyelenggarakan lebih banyak event serupa agar dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk lebih eksplor mengenai keuangan," ujar pemenang kedua kompetisi FutureFin Zahra Syakira Nabilla.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)