Rangka Huntara di Manggarai Timur Ambruk Diguncang Gempa M 5,3 Hari Ini

Rangka baja ringan yang dipersiapkan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) bagi penyintas gempa di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, roboh diguncang gempa magnitudo 5,3, ha

Rangka Huntara di Manggarai Timur Ambruk Diguncang Gempa M 5,3 Hari Ini

Media Indonesia • 21 September 2026 18:54

Manggarai Timur: Rangka baja ringan yang dipersiapkan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) bagi penyintas gempa di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, roboh diguncang gempa magnitudo 5,3, hari ini Senin, 21 September 2026.

Rangka bangunan itu masih berada dalam tahap pemasangan ketika gempa susulan terjadi. Struktur baja ringan yang sebelumnya telah ditempatkan di atas fondasi kemudian kehilangan kestabilan dan ambruk.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah video rangka bangunan yang roboh tersebar melalui media sosial Facebook. Dalam rekaman itu, sejumlah warga mempertanyakan kondisi konstruksi bangunan yang disebut baru berusia dua hari.

Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB, Riswandi, meluruskan informasi terkait bangunan yang roboh tersebut. Menurut dia, struktur yang ambruk bukan huntara yang sudah selesai dibangun, melainkan rangka baja ringan yang masih dalam tahap pemasangan.

Riswandi menjelaskan rangka tersebut belum terkunci secara menyeluruh. Tahapan pengecoran atau penyemenan juga belum dilakukan sehingga struktur belum mencapai kondisi kokoh sebagai bangunan yang telah selesai dikerjakan.
 


“Rangka tersebut belum dikunci secara keseluruhan dan belum dilakukan pengecoran/semen, sehingga memang belum dalam kondisi kokoh atau selesai konstruksi,” ujar Riswandi saat dikonfirmasi, Senin, 21 September 2026.

Ia mengatakan gempa magnitudo 5,3 yang terjadi pada Senin pagi memiliki episentrum yang berada di sekitar lokasi pembangunan huntara. Gempa tersebut tercatat pada kedalaman sekitar 10 kilometer.

Guncangan membuat struktur baja ringan yang masih dalam proses pendirian kehilangan kestabilannya. Kondisi itu kemudian menyebabkan rangka bangunan roboh.


Salah satu Huntara siap huni telah dibangun di Kampung Bugis, Kelurahan Kota Ndora, Jumat (17/9). (Foto: MI/Marianus Marselus)
 

“Sehingga, yang roboh bukan huntara yang sudah selesai atau sedang dalam kondisi jadi, melainkan rangka baja ringan yang masih dalam tahap pendirian dan belum terkunci,” kata Riswandi.

Riswandi menegaskan informasi mengenai huntara yang telah selesai dibangun lalu roboh akibat gempa tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lokasi.

“Dengan demikian, informasi yang menyebutkan bahwa huntara yang sudah jadi roboh akibat gempa tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya. (Marianus Marselus)

(Whisnu M)