Kelompok Pemberontak Houthi yang melawan pasukan Yaman. Foto: Anadolu
Koalisi Arab Peringatkan Houthi Agar Tak Serang Warga Sipil
Muhammad Reyhansyah • 16 October 2026 10:08
Riyadh: Koalisi Arab memperingatkan kelompok Houthi agar tidak menyerang warga sipil dan fasilitas sipil di Arab Saudi. Juru bicara koalisi Mayor Jenderal Turki al-Malki menegaskan pasukan koalisi siap menghadapi ancaman rudal, pesawat nirawak, dan rudal jelajah.
Mengutip Asharq Al-Awsat, al-Malki dalam konferensi pers di Riyadh pada Kamis malam mendesak kelompok Houthi menghentikan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di Arab Saudi.
“Milisi teroris Houthi harus menghentikan serangan terhadap warga sipil di Arab Saudi. Mereka juga harus membaca dengan saksama pernyataan koalisi, termasuk makna di balik pernyataan tersebut,” ujar Al-Malki.
Menurutnya, perkembangan tersebut membuat komunitas internasional bertanggung jawab mencegah kelompok teroris memperoleh akses ke persenjataan dan teknologi canggih.
“Pimpinan pasukan gabungan koalisi menegaskan bahwa operasi akan terus dilakukan untuk mencegah milisi teroris Houthi menargetkan warga sipil dan fasilitas sipil di Arab Saudi, serta mengancam kebebasan navigasi di Laut Merah bagian selatan dan Selat Bab al-Mandab,” kata Al-Malki.
Al-Malki juga menegaskan kembali dukungan koalisi terhadap pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan angkatan bersenjatanya di semua lini. Ia mengatakan koalisi turut memberikan dukungan udara sepanjang waktu bagi pasukan yang bertugas di darat.
19 tewas, 364 terluka
Al-Malki mengklaim serangan Houthi terhadap bandara-bandara di Arab Saudi telah menewaskan 19 orang dan melukai 364 lainnya. Ia menambahkan, sejak operasi dimulai, kelompok tersebut telah meluncurkan 1.104 rudal dan 1.135 pesawat nirawak.Menurutnya, upaya Houthi menargetkan dua masjid tersuci umat Islam mencerminkan pola permusuhan yang sistematis dan merupakan “tindakan keji” yang mengancam jemaah serta pengunjung.
Al-Malki menyebut pelanggaran yang dilakukan Houthi sejak gencatan senjata pada 2022 mencakup sekitar 175 rudal balistik, 330 pesawat nirawak, 2.229 proyektil yang diluncurkan dari pesawat nirawak, serta 28.121 proyektil yang tidak teridentifikasi.
Ia menegaskan Arab Saudi memiliki kemampuan intelijen untuk mengidentifikasi sasaran dan menghadapi berbagai ancaman.
“Kami memiliki kemampuan untuk menghadapi rudal, pesawat nirawak, dan rudal jelajah tersebut,” tuturnya.
Dalam konferensi pers itu, Al-Malki memperlihatkan rekaman serangan pesawat koalisi terhadap peluncur rudal balistik, gudang senjata, dan fasilitas yang disebut digunakan Houthi untuk mendukung operasi militer.
Ia mengatakan pasukan koalisi juga telah menggagalkan serangan rudal balistik yang akan segera diluncurkan ke wilayah Arab Saudi.
Serangan ancam keselamatan penumpang
Al-Malki mengecam serangan Houthi terhadap warga sipil dan fasilitas sipil di Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Ia menyoroti bahwa ribuan penumpang dan warga sipil menggunakan fasilitas tersebut setiap hari.Ia juga menyinggung upaya serangan terhadap bandara, pelabuhan, dan fasilitas minyak di kerajaan tersebut.
Al-Malki menyebut serangan Houthi terhadap warga sipil sebagai pelanggaran nyata terhadap norma internasional. Ia mengatakan serangan terhadap bandara “merusak keamanan kerajaan, mengancam lalu lintas udara internasional, dan membahayakan nyawa penumpang dari berbagai kewarganegaraan”.
Koalisi telah menghancurkan 127 fasilitas penyimpanan di kawasan pegunungan dan sebuah landasan peluncuran di Yaman. Menurut Al-Malki, Houthi membangun fasilitas penyimpanan di kawasan pegunungan yang terkonsentrasi di Sanaa, Saada, dan Amran. Dari lokasi-lokasi tersebut, serangan diluncurkan ke wilayah Yaman dan negara-negara tetangga.
“Pimpinan pasukan gabungan koalisi berupaya membongkar jaringan ini dan menyingkirkan para ahli serta operator di balik kemampuan tersebut dengan menghancurkan fasilitas penyimpanan di pegunungan, serta landasan peluncuran tetap dan bergerak, berdasarkan sistem intelijen yang beroperasi sepanjang waktu,” pungkas Al-Malki
(Razaqa Hariz)