Proyek PLTS 100 GWp Butuh Investasi Hingga Rp1.140 Triliun

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari (kiri). Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Proyek PLTS 100 GWp Butuh Investasi Hingga Rp1.140 Triliun

Metro TV • 30 September 2026 15:25

Jakarta: Pemerintah terus melaksanakan pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp). Proyek itu membutuhkan dana lebih dari seribu triliun rupiah.

“Keseluruhan program PLTS 100 GWp diperkirakan membutuhkan investasi yang cukup besar, yakni Rp1.140 triliun,” kata Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu, 30 September 2026.

Pemerintah telah meluncurkan 15 proyek PLTS tahap awal yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Jembrana, Bali pada Selasa, 25 Agustus 2026. Adapun jumlah investasi yang dikucurkan senilai Rp135 triliun.

“Dengan kebutuhan investasi untuk 15 proyek pertama yang sudah di-launching oleh Bapak Presiden sekitar Rp135 triliun atau setara dengan 7,7 miliar US Dollar,” ujar Qodari.

Data latar belakang dan urgensi proyek PLTS 100 GWp. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina. 

Qodari menyebut kebutuhan anggaran proyek berskala nasional ini akan dipenuhi lewat investasi berbagai badan. Berbagai skema kerja sama dan pendanaan alternatif juga disiapkan untuk menarik modal dari dalam maupun luar negeri. 

“Pendanaannya akan didorong berasal dari investasi badan usaha, baik BUMN maupun swasta nasional dan internasional, pembiayaan perbankan, serta berbagai instrumen pembiayaan hijau (green financing),” ungkap Qodari.

Lebih lanjut, Qodari menekankan jumlah investasi yang digelontorkan bakal mendatangkan keuntungan bagi Indonesia. Salah satunya, penghematan anggaran negara hingga Rp73,9 triliun per tahun.

“Dari sisi keekonomian, program PLTS 100 GWp membuka peluang investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Program ini berpotensi menghemat anggaran negara sebesar Rp73,9 triliun per tahun,” terang Qodari. 

Penghematan itu dapat terwujud dari efisiensi sektor energi yang dihasilkan PLTS nantinya. Terutama jika dibandingkan dengan pembangkit listrik dari uap atau diesel.

“Melalui penggunaan PLTS dan Sistem Penyimpanan Energi Baterai (Battery Energy Storage System/BESS) dibandingkan dengan penggunaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD),” kaat Qodari.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Siti Yona Hukmana)