Kabut Asap Selimuti Pinrang, Warga Diimbau Waspada ISPA

Situasi kabut asap menyelimuti Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. (Metro TV/ Alfiansyah Anwar)

Kabut Asap Selimuti Pinrang, Warga Diimbau Waspada ISPA

Alfiansyah Anwar • 15 October 2026 12:23

Pinrang: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, dalam tiga hari terakhir. Dinas Kesehatan Pinrang mengimbau masyarakat mewaspadai risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, Ramli Yunus, mengingatkan masyarakat agar konsisten menggunakan masker saat berada di luar rumah maupun di tempat keramaian. Ia menyebut balita dan lansia sebagai kelompok yang paling rentan mengalami gangguan pernapasan, termasuk ISPA.

"Tentu menggunakan masker pada saat berada di luar rumah dan keramaian. Imbauan yang lain juga adalah bagaimana kita mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah dan lainnya," kata Ramli, di Pinrang, Kamis, 15 Oktober 2026. 


Untuk mengantisipasi peningkatan kasus ISPA, Dinas Kesehatan juga telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan dan puskesmas agar bersiaga. Ketersediaan obat-obatan dan bahan medis habis pakai turut dipastikan tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Warga juga dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak dan memperbanyak minum air putih. Jika mengalami gejala gangguan pernapasan, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Saat harus beraktivitas di luar rumah, warga diimbau tetap menggunakan masker.


Situasi kabut asap menyelimuti Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. (Metro TV/ Alfiansyah Anwar)


Berdasarkan pemantauan aplikasi IQAir, Indeks Kualitas Udara (AQI) di kawasan Pinrang Kota mencapai 96, dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 sebesar 33,6 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini mendekati kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, terutama anak-anak dan lanjut usia.

"Kalau melihat situasi di Kabupaten Pinrang, terkait dengan hasil BMKG, PM2.5 ini termasuk daerah yang rawan," ujar Ramli. 

Kabut asap juga mengurangi jarak pandang di sejumlah wilayah. Salah satunya di kawasan Bukit Paleteang yang kini tampak samar dari kejauhan. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi udara tersebut mulai menimbulkan ketidaknyamanan pada tenggorokan dan pernapasan warga.

"Kondisi kabut asap akibat karhutla di Pinrang saat ini sudah sangat mengganggu kesehatan dan aktivitas warga sehari-hari. Kualitas udara yang memburuk mulai mengganggu pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia. Kami mendesak pihak berwenang dan pemerintah daerah untuk segera mempercepat penanganan titik api serta membagikan masker," ungkap warga Pinrang, Faisal.

(Silvana Febiari)