Bitcoin Bangkit di Atas USD83 Ribu Setelah Penurunan Mingguan

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Bitcoin Bangkit di Atas USD83 Ribu Setelah Penurunan Mingguan

Eko Nordiansyah • 11 October 2026 10:25

New York: Bitcoin pulih pada Sabtu, 10 Oktober 2026, namun tetap berada di jalur penurunan mingguan, karena kenaikan harga minyak, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi, dan kekhawatiran baru terkait keamanan mata uang kripto membebani sentimen pasar.

Dikutip dari Investing, Minggu, 11 Oktober 2026, Bitcoin diperdagangkan pada level USD83.025,4, naik 0,7 persen pada hari itu, setelah bergerak di kisaran USD82.537,7 hingga USD83.164,1. 

Mata uang kripto terbesar di dunia ini sebelumnya telah turun dari level mendekati USD87 ribu pada hari Minggu lalu, sehingga mencatatkan penurunan sekitar tiga persen selama sepekan terakhir.

Arus keluar dana yang signifikan dari spot exchange-traded fund (ETF) mempertegas ketidakpastian yang terus berlanjut mengenai permintaan dari investor institusional.

Kenaikan harga energi, peningkatan imbal hasil (yield) obligasi Treasury, kekhawatiran mengenai kerentanan dompet perangkat keras (hardware wallet) terkait AI, serta laporan pencurian mata uang kripto yang melibatkan Ledger turut menambah ketidakpastian menjelang peringatan satu tahun peristiwa flash crash tanggal 10 Oktober.

Menurut analisis CoinDesk, Bitcoin mencatat 10 hari pada tahun 2026 di mana harganya bergerak setidaknya tiga standar deviasi dari pola perdagangan terkini, melampaui delapan hari yang tercatat sepanjang 2018, meskipun volatilitas tahunan turun menjadi 46 persen dari 84 persen pada 2018.

Analisis terpisah oleh CoinDesk Research menemukan bahwa kedalaman order-book Bitcoin dalam kisaran satu persen dari harganya mencapai USD11,7 juta pada tanggal 7 Oktober, atau sekitar 75 persen di atas levelnya pada hari terjadinya crash. 

Likuiditas Ether juga telah pulih, namun kedalaman pasar altcoin yang dinilai dalam dolar AS telah turun sekitar sepertiganya sejak awal tahun 2025. Volume perdagangan spot mingguan masih berada hampir dua pertiga di bawah angka USD801 miliar yang tercatat selama minggu terjadinya crash tersebut.

Laporan indeks harga konsumen dan indeks harga produsen bulan September, yang dijadwalkan rilis pekan depan, akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai apakah Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga. Pasar memperkirakan suku bunga akan tetap tidak berubah pada pertemuan tanggal 27-28 Oktober, dengan potensi kenaikan sebesar 25 basis poin pada bulan Desember.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Permintaan institusional juga melemah

Data SoSoValue menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar bersih sekitar USD681,11 juta selama lima sesi perdagangan dari tanggal 5 hingga 9 Oktober. 

Penarikan dana mencapai USD487,07 juta pada tanggal 7 Oktober dan USD244,13 juta pada tanggal 8 Oktober, yang sebagian diimbangi oleh arus masuk sebesar USD118,86 juta pada tanggal 6 Oktober dan USD21,13 juta pada tanggal 9 Oktober.

Kekhawatiran keamanan masih berlanjut setelah Ledger menyelidiki laporan mengenai hilangnya mata uang kripto yang terkait dengan perangkat yang dijual melalui pengecer Asia Tenggara, CryptoBilis. Ledger telah meminta pengecer tersebut untuk menghentikan penjualan dan pengiriman. 

Para penyelidik memperkirakan kerugian berkisar antara USD86 juta hingga USD93,4 juta, meskipun Ledger belum mengonfirmasi angka maupun penyebabnya. Tidak ada bukti pasti yang menyatakan bahwa sistem internal mereka telah disusupi.

Sementara itu, saham preferen Strategy yang terdaftar di NASDAQ mencapai USD99,71 pada hari Jumat, level tertinggi sejak bulan Juni. Saham ini menawarkan dividen tahunan sebesar 12 persen, yang didukung oleh cadangan dolar perusahaan. Kenaikan harga di atas USD100 dapat membuka peluang penerbitan saham preferen lebih lanjut untuk mendanai pembelian Bitcoin.

Harga kripto lain ikut menguat

Harga mata uang kripto secara umum cenderung naik. Ether, mata uang kripto terbesar kedua di dunia, naik satu persen menjadi USD2.509,39, sedangkan XRP, mata uang kripto terbesar ketiga, menguat 1,1 persen menjadi USD1,4037.

Solana naik 0,6 persen menjadi USD110,061, sementara BNB naik 1,4 persen menjadi USD749,80. Cardano melonjak 6,9 persen menjadi USD0,2535, sedangkan Dogecoin naik 1,7 persen menjadi USD0,086077.

Di antara koin meme, TRUMP naik 2,2 persen menjadi USD1,90, sementara Shiba Inu menguat 1,4 persen menjadi USD0,00000547.

(Eko Nordiansyah)