Masyarakat Indonesia Diajak Jaga Kepedulian terhadap Palestina

Kondisi Gaza sudah hancur akibat serangan Israel. Foto- Anadolu

Masyarakat Indonesia Diajak Jaga Kepedulian terhadap Palestina

Achmad Zulfikar Fazli • 12 October 2026 14:42

Jakarta: Masyarakat Indonesia diajak tetap menjaga kepedulian terhadap situasi kemanusiaan di Palestina. Semua pihak diharapkan dapat memahami situasi dan kebutuhan warga Palestina di tengah berlangsungnya krisis kemanusiaan.

“Solidaritas tidak cukup hanya ditunjukkan selama isu menjadi perbincangan. Perhatian terhadap kondisi masyarakat Palestina perlu terus dijaga. Harapannya, masyarakat dapat memahami situasinya dan melihat bahwa kebutuhan kemanusiaan di lapangan masih ada,” ujar Kepala Hubungan Masyarakat MyFundAction Shinto Fitrio, dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Oktober 2026.

Hal ini disampaikan Shinto dalam kegiatan 1000 Days Unforgettable Palestine: Mendoakan Palestina dari Indonesia di kantor MyFundAction Indonesia, Midpoint Place, Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang solidaritas dan refleksi kemanusiaan untuk menjaga perhatian masyarakat Indonesia terhadap kondisi masyarakat Palestina.

Rangkaian kegiatan diisi dengan kajian dan sesi berbagi bersama Ustaz Maulana, doa bersama untuk Palestina, serta komunikasi langsung melalui video dengan pengungsi Palestina. Dalam sesi tersebut, peserta dapat mendengar pengalaman masyarakat terdampak sekaligus memperoleh gambaran mengenai kondisi kemanusiaan yang berlangsung di lapangan.

Pihaknya juga menyampaikan informasi mengenai aktivitas kemanusiaan yang sedang dijalankan di Mesir. Peserta dapat melihat Impact Gallery yang menampilkan jejak bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Peserta menyimak sesi komunikasi video dengan pengungsi Palestina dalam kegiatan “1000 Days Unforgettable Palestine: Mendoakan Palestina dari Indonesia” yang digelar MyFundAction Indonesia di Jakarta, Rabu (7/10/2026). Dok. Istimewa.

Menurut Shinto, komunikasi langsung dengan masyarakat terdampak menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman publik karena informasi mengenai krisis kemanusiaan tidak hanya disampaikan melalui narasi, tetapi juga melalui pengalaman yang didengar langsung dari pihak yang mengalaminya.

“Kami berharap pertemuan ini dapat membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan apa yang sedang mereka hadapi, sehingga kepedulian terhadap Palestina tidak hanya muncul ketika ada pemberitaan, tetapi terus terjaga dalam bentuk perhatian dan dukungan yang nyata,” kata Shinto.
 


Masyarakat umum, anak muda, komunitas, relawan, serta pihak yang peduli terhadap isu kemanusiaan Palestina hadir dalam kegiatan untuk menjadi sarana silaturahmi dan jejaring.

Pihaknya menempatkan kegiatan tersebut dalam tiga bentuk solidaritas, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak, membangun hubungan melalui komunikasi langsung, serta menghubungkan kepedulian publik dengan aktivitas kemanusiaan di lapangan.

“Yang ingin kami bangun adalah kesinambungan dari melihat, memahami, mendoakan, kemudian mengambil bagian. Jadi, kegiatan ini dapat berlanjut sebagai pengingat bahwa perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat Palestina perlu terus dijaga,” ujar Shinto.

(Achmad Zulfikar Fazli)