Menjajal Cablecar di Kota Chongqing

Kereta gantung Yangtze River Cableway di Chonqing, Tiongkok. Foto: Metro TV/Rosalia Arlusi

Menjajal Cablecar di Kota Chongqing

Rosalia Arlusi • 4 November 2026 17:37

Chonqing: Jika ada satu kota yang membuat kita merasa sedang berjalan di dalam sebuah film futuristik, mungkin Kota Chongqing jawaban paling tepat. 

Chongqing, kota pegunungan yang ada di barat daya Tiongkok, punya lansekap yang tidak biasa. Gedung-gedung tinggi berdiri di antara perbukitan, jalan raya bertumpuk dengan jalur kereta, jembatan lingkar yang meliuk-liuk membuat terpana, ditambah dua sungai besar pembelah wilayah kota.

Dengan ragam keunikannya, berkesempatan melihat Chongqing dari ketinggian menaiki naik kereta gantung Yangtze River Cableway, menjadi pengalaman tersendiri.

Perjalanan dimulai dari North Station di kawasan Jalan Xinhua, Distrik Yuzhong. Pengunjung dipersilakan naik ke kabin kotak berwarna merah. 

Kabin bisa menampung hingga 65 penumpang sekali jalan.  Untuk bisa naik ini, pengunjung harus membeli tiket seharga 30 yuan per orang atau sekitar Rp75ribu; kurs September 2026.

Hari itu kebetulan cukup sepi, tak ada antrean sama sekali. Padahal,m biasanya antrean mengular dan membuat calon penumpang harus menunggu setidaknya hingga setengah jam.

Tidak sepadan sebetulnya dengan durasi menyeberang sungai yang hanya sekitar 4 menit saja. Tapi, bagi orang yang baru kali pertama datang ke kota Chongqing, atraksi kereta gantung ini wajib dicoba.

Cablecar mulai bergerak melintasi kabel baja, membawa para penumpang menyeberangi Sungai Yangtze. Pelan-pelan, pemandangan kota mulai terlihat jelas. Semakin ke tengah, semakin nampak pula pemandangan menakjubkan sungai Yangtze, sungai yang membelah kota, Chongqing. Sungai ini juga salah satu yang terpanjang di dunia.

Jembatan merah ikonik di Kota Chonqing. Foto: Metro TV/Rosalia Arlusi.

Dari dalam kabin, tampak kapal-kapal yang melintas di sungai, sementara di kedua sisi sungai terlihat gedung-gedung pencakar langit. Semuanya terlihat kecil, jauh, namun indah.

Sensasi naik kereta gantung ini cukup berbeda dari kereta atau kendaraan biasa. Pengunjung benar-benar menggantung di atas sungai yang lebarnya mencapai 1.600 meter lebih, dengan sajian panorama kota yang terus berubah di depan mata.

Kecepatan rendah membuat getaran di kabin cukup stabil. Hal ini memungkinkan para penumpang mendokumentasikan pemandangan dengan santai.  

Menariknya, kereta gantung Yangtze River Cableway ini bukan sekadar atraksi wisata baru. Sejak beroperasi pada 1987, ia telah menjadi bagian dari sejarah transportasi dan kehidupan masyarakat Chongqing. Dari alat penyeberangan yang menghubungkan dua sisi sungai, kini menjadi salah satu ikon wisata kota.

Perjalanan menuju seberang memang tergolong singka, kurang dari lima menit. Tetapi, pengalaman melihat Chongqing dari ketinggian memberikan perspektif yang berbeda tentang bagaimana kota ini tumbuh mengikuti kontur alamnya.

(Arga Sumantri)