Pelajar MA Al-Khairiyah, Nadhira dan Nabila, mengikuti kegiatan Care Leadership for Girls di NasDem Tower, Jakarta. Foto: Metro TV/Damar.
Peserta Care Leadership: Belajar Mengenal Diri hingga Standar Kecantikan
Muhammad Adyatma Damardjati • 7 November 2026 17:19
Jakarta: Sebanyak dua pelajar MA Al-Khairiyah, Nadhira dan Nabila, mengikuti kegiatan Care Leadership for Girls di NasDem Tower, Jakarta. Keduanya mengaku mendapat banyak pelajaran tentang mengenal diri hingga standar kecantikan.
"Kita belajar dari pagi tentang wanita, terus belajar lebih mengenal diri sendiri. Kita juga belajar standar kecantikan di berbagai negara seperti Jepang, Cina, India, dan perbedaannya dengan Indonesia," ujar Nadhira saat disela kegiatan, Sabtu, 7 November 2026.
Nadhira menyebut standar kecantikan di Indonesia tidak hanya soal paras. Perempuan Indonesia dituntut mampu multitasking seperti ibu mereka.
"Di Indonesia, cantik itu bukan cuma dari paras. Kita harus bisa multitasking. Ibu kita kerja juga, beberes rumah, masak, ngurus kita. Jadi pelajaran yang aku tangkap, kita harus bisa multitasking sebagai wanita," jelas Nadhira.
Nabila menilai kegiatan itu membuatnya lebih percaya diri. Peserta diajak lebih terbuka terhadap diri sendiri.
"Lebih percaya diri, lebih terbuka sama diri sendiri. Apalagi yang masih introvert, jadi kurang mengembangkan diri. Lebih terbuka biar orang tahu pendapat kita," tegas Nabila.
Nadhira menyebut sesi mediasi menjadi bagian favoritnya. Sesi itu membuatnya lebih memahami perasaan diri sendiri.
"Aku jadi lebih tahu apa yang dirasakan diri kita. Kita kadang menyimpan konflik atau tekanan, mendem, padahal butuh validasi. Tadi pas mediasi aku lebih rileks dan plong," ujar Nadhira.
.jpeg)
Program Care Leadership for Girls Partai NasDem. Foto: Metro TV/Damar.
Nadhira berharap bisa menerapkan ilmu dari kegiatan itu dalam kehidupan sehari-hari. Mengikuti acara bukan sekadar mendengarkan materi.
"Semoga aku bisa mengambil banyak pelajaran dan mengimplementasikannya kepada diriku dan kehidupan sehari-hari. Jadi tidak cuma mengikuti dan mendengarkan materi, tapi aku terapkan," kata Nadhira.
Nabila menambahkan kegiatan itu bermanfaat bagi peserta. Materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan remaja perempuan.
"Iya, sama. Lebih bermanfaat," ujar Nabila.