Polisi Jerman menangkap lebih dari 200 orang setelah kerusuhan pecah di Frankfurt, Hamburg, dan Berlin. (Anadolu Agency)
Polisi Jerman Tangkap Lebih dari 200 Orang usai Kerusuhan Demonstrasi Gen Z
Willy Haryono • 1 November 2026 18:08
Jerman: Polisi Jerman menangkap lebih dari 200 orang pada Sabtu malam setelah bentrokan pecah di sejumlah kota menyusul demonstrasi Generasi Z yang sebagian besar berlangsung damai.
Aksi tersebut dilakukan para Gen Z Jerman dalam menuntut peningkatan anggaran pendidikan dan kebijakan sosial yang lebih baik.
Mengutip dari Anadolu Agency, Minggu, 1 November 2026, kerusuhan terjadi di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin setelah kelompok-kelompok radikal menggelar demonstrasi terpisah dalam skala lebih kecil. Mereka mendirikan barikade dan terlibat bentrokan dengan polisi.
Sebelumnya, demonstrasi utama yang digelar inisiatif Gen Z Regelt berlangsung di lebih dari 30 kota dan diikuti puluhan ribu anak muda. Mereka menuntut peningkatan pendanaan pendidikan, bantuan untuk mengatasi kenaikan biaya hidup, serta menolak rencana pemerintah menghidupkan kembali wajib militer.
Situasi mulai memanas setelah malam tiba. Sejumlah kelompok radikal menggelar aksi terpisah dan mendirikan barikade. Ketegangan meningkat ketika polisi berupaya mengendalikan situasi.
Beberapa demonstran melemparkan batu, botol, dan petasan ke arah petugas. Polisi merespons dengan mengerahkan meriam air dan unit khusus di sejumlah lokasi.
Senjata Api Dicuri Saat Kerusuhan di Frankfurt
Di Frankfurt, kelompok bertopeng yang tidak terkait dengan demonstrasi utama Gen Z memecahkan kaca toko dan menjarah sejumlah tempat usaha, termasuk sebuah toko senjata.Polisi mengatakan kelompok tersebut merusak jendela toko dan mencuri sedikitnya dua senjata api sebelum petugas turun tangan. Seorang tersangka ditangkap dan senjata yang dicuri berhasil ditemukan kembali, menurut keterangan polisi.
Sebuah kendaraan polisi juga mengalami kerusakan. Kaca kendaraan pecah dan bannya ditusuk.
Otoritas melaporkan lebih dari 30 orang ditangkap sementara serta kerusakan properti dalam skala luas. Kerusuhan berlanjut hingga Minggu dini hari.
Ketegangan di Hamburg dan Berlin
Di Hamburg, kekerasan pecah setelah demonstrasi utama berakhir sekitar pukul 17.00 waktu setempat pada Sabtu, menurut polisi.Petugas mengamankan 120 orang setelah demonstran berpakaian hitam dan sebagian menutupi wajah mendirikan barikade yang terbakar di dekat terminal bus pusat kota. Kelompok tersebut melemparkan batu, botol, dan benda-benda piroteknik ke arah polisi. Sebanyak 11 petugas dilaporkan terluka.
Kebakaran kecil dan gangguan keamanan juga berlanjut sepanjang malam di sejumlah wilayah timur kota.
Sementara itu, polisi di Berlin menahan sementara hingga 56 orang dalam demonstrasi malam hari di distrik Mitte. Aksi tersebut terpisah dari demonstrasi damai sebelumnya di dekat Gerbang Brandenburg.
Polisi melaporkan 27 petugas mengalami luka ringan setelah demonstran melemparkan batu, botol, telur, dan petasan. Para demonstran juga memblokir sebuah trem. Akibatnya, polisi menghentikan pawai sebelum mencapai lokasi tujuan yang telah direncanakan.
Di Cologne, polisi menahan sedikitnya lima orang setelah kelompok-kelompok kecil terlibat bentrokan dengan petugas di dekat katedral kota. Mereka melemparkan botol dan benda-benda piroteknik.
Kepala Kepolisian Cologne Johannes Hermanns mengecam aksi kekerasan tersebut. Ia mengatakan kelompok ekstremis telah mengganggu demonstrasi yang berlangsung damai.
"Menyedihkan bahwa anak-anak muda yang ingin berdemonstrasi secara damai demi masa depan mereka disusupi oleh kelompok ekstremis yang hanya berniat melakukan kekerasan," kata Hermanns.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para peserta demonstrasi yang tetap menjaga ketertiban dan menjauhkan diri dari aksi kekerasan.
Hingga Minggu pagi, situasi di kota-kota terdampak sebagian besar telah terkendali. Polisi masih menyelidiki insiden tersebut dan mendata kerusakan properti.
Baca juga: Gen Z Jerman Gelar Aksi Nasional, Protes Rencana Hidupkan Kembali Wajib Militer