Pengembangan Teknologi Butuh Kolaborasi Pemerintah, Industri, dan Akademisi

Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Marsudi Wahyu Kisworo dalam pembukaan pameran teknologi informasi, gadget, dan teknologi konsumen Indocomtech 2026. Istimewa

Pengembangan Teknologi Butuh Kolaborasi Pemerintah, Industri, dan Akademisi

Whisnu Mardiansyah • 29 October 2026 21:05

Jakarta: Pengembangan teknologi di Indonesia membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan akademisi untuk menghadapi perkembangan digitalisasi serta kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI). Sinergi lintas sektor juga diperlukan untuk memperkuat keamanan siber dan mendorong pemanfaatan teknologi yang berorientasi pada kebutuhan manusia.

Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Marsudi Wahyu Kisworo, menyoroti pentingnya kerja sama tersebut. Hal itu diungkapkan dalam rangkaian pembukaan pameran teknologi informasi, gadget, dan teknologi konsumen Indocomtech 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

“Peluang bisnis teknologi dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang akan dipengaruhi oleh digitalisasi infrastruktur, penerapan teknologi di berbagai sektor usaha, serta meningkatnya kebutuhan terhadap solusi IT yang aman dan terintegrasi,” kata Marsudi.

Menurut Marsudi, perkembangan pusat data, komputasi awan, AI, dan kebutuhan integrasi sistem membuka peluang bagi industri teknologi nasional. Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan, terutama dalam menjaga keamanan siber dan melindungi data pribadi.

Pemanfaatan AI, selain mendukung produktivitas, berpotensi digunakan untuk meningkatkan kemampuan serangan siber. Karena itu, pengembangan dan penerapan teknologi perlu melibatkan berbagai pihak agar peluang yang muncul dapat diimbangi dengan upaya mengantisipasi risikonya.

Marsudi juga menekankan pentingnya pendekatan yang berpusat pada manusia (human-centric) dalam pengembangan teknologi. Teknologi diharapkan dapat memperkuat kemampuan manusia, memperluas akses pendidikan, dan membuka peluang baru, bukan sekadar menggantikan peran manusia.
 


Industri dan Akademisi Berperan dalam Ekosistem Digital

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Yayasan APKOMINDO Indonesia, Hidayat Tjokrodjojo, turut menyoroti keberlanjutan Indocomtech sebagai ruang pertemuan komunitas dan pelaku industri. Perkembangan AI, menurutnya, membuat pendidikan dan pemahaman dasar mengenai teknologi semakin penting bagi masyarakat.

Kolaborasi antara industri dan dunia pendidikan juga menjadi perhatian dalam transformasi digital sektor pendidikan. Pemerintah menilai pemanfaatan teknologi di sekolah perlu berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, disertai penguatan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, adaptasi, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Saryadi, mengapresiasi penyelenggaraan Indocomtech 2026. Pameran tersebut dipandang sebagai ruang kolaborasi antara inovasi, industri teknologi, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem digital nasional.

Pada 2025, pemerintah menyediakan perangkat digitalisasi pembelajaran berupa papan interaktif digital beserta kelengkapannya bagi 288.865 satuan pendidikan. Dukungan akses internet diberikan kepada 8.152 satuan pendidikan, sedangkan jaringan listrik disediakan bagi 2.389 satuan pendidikan.


Pembukaan pameran teknologi informasi, gadget, dan teknologi konsumen Indocomtech 2026. Istimewa


“Pada 2026, program digitalisasi pembelajaran dilanjutkan dengan sasaran 268.393 satuan pendidikan. Pendampingan pemanfaatan teknologi juga telah menjangkau lebih dari 58.000 satuan pendidikan,” jelasnya.

Pemerintah menekankan pemanfaatan teknologi di sekolah perlu diikuti peningkatan kompetensi guru, penyediaan konten berkualitas, serta penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid. Teknologi juga diharapkan memperluas akses pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas melalui fitur aksesibilitas dan materi pembelajaran adaptif.

Indocomtech 2026 resmi dibuka pada Kamis, 29 Oktober 2026, di Jakarta, dan berlangsung hingga 1 November 2026. Selain menampilkan produk teknologi informasi, gawai, dan teknologi konsumen, acara ini juga menghadirkan kompetisi esports Point Blank National Championship (PBNC).

Selain menjadi ajang bagi penggemar gim untuk menyaksikan pertandingan, kompetisi tersebut turut membuka ruang bagi pengembangan kompetensi, kreativitas, dan sportivitas generasi muda.

Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam penyelenggaraan Indocomtech 2026, terutama dalam menghadapi perkembangan AI, memperkuat keamanan digital, dan mendukung pemanfaatan teknologi di bidang pendidikan.

(Whisnu M)