Suasana belajar siswa di Kota Palangka Raya usai kabut asap mereda. Metro TV
Kabut Asap Mereda, Siswa di Palangka Raya Kembali Belajar di Sekolah
tantawi jauhari • 29 October 2026 09:03
Palangka Raya: Siswa di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan belajar di sekolah kembali berlangsung setelah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menghilang.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir turut diikuti membaiknya kondisi kabut asap. Warga pun mulai kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya memberlakukan PTM terbatas bagi peserta didik jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP). Kebijakan tersebut juga berlaku untuk pendidikan nonformal, yakni Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Dalam pelaksanaannya, kegiatan belajar dimulai pukul 07.30 WIB. Durasi pembelajaran di kelas juga dikurangi sebagai bagian dari penerapan skema terbatas.
Salah satu sekolah yang kembali menggelar pembelajaran langsung ialah SDN 1 Menteng di Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya. Sekolah tersebut melaksanakan PTM sesuai dengan instruksi Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya.
Suasana gembira terlihat di antara para murid yang kembali bertemu dengan teman-teman mereka di sekolah. Guru SDN 1 Menteng, Elsi, mengatakan kegiatan belajar secara langsung mulai dilaksanakan kembali pada hari tersebut.
Durasi setiap mata pelajaran dipangkas 10 menit dibandingkan jadwal normal. Jika sebelumnya satu mata pelajaran berlangsung selama 35 menit, dalam skema PTM terbatas waktu belajar menjadi 25 menit.

Kondisi kabut asap di Sampit, Kotawaringin Timur. (Metro TV/Akhmaddiannor)
“Kalau tiba-tiba kabut kembali pekat, maka murid-murid akan dipulangkan,” kata Elsi, Kamis, 29 Oktober 2026.
Salah seorang murid, Indana Lazulpa, mengaku senang dapat kembali belajar di sekolah dan bertemu dengan teman-temannya setelah sebelumnya pembelajaran tatap muka dibatasi akibat kabut asap.
Indana berharap kabut asap tidak kembali menyelimuti Palangka Raya sehingga kegiatan belajar di sekolah dapat terus berlangsung.