Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.
Malang Raya Diguyur Hujan Deras, BMKG Pastikan Belum Masuk Peralihan Musim
Lukman Diah Sari • 3 November 2026 11:58
Malang: Intensitas hujan yang cukup tinggi menerjang kawasan Malang Raya, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena ini bukanlah penanda dimulainya musim penghujan secara resmi.
Kondisi cuaca basah tersebut murni dipicu oleh fenomena gangguan atmosfer alami yang lumrah terjadi di wilayah tropis. Berdasarkan pantauan, hujan deras merata membasahi Kota Malang dan sekitarnya sejak Senin pagi, 2 November 2026, setelah sebelumnya sempat mengguyur pada malam hari.
"Jadi jika dibilang apakah sudah berganti musim dari kemarau ke penghujan, belum ya. Penentuan awal musim hujan ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya," kata Linda, Senin 2 November 2026.
Linda menjelaskan bahwa pemicu utama peningkatan hujan belakangan ini adalah fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Ekuator Rossby. Kedua dinamika atmosfer tersebut terbentuk akibat pengaruh uap air, sirkulasi udara, serta suhu permukaan laut yang hangat.

Ilustrasi - Kota Palembang diguyur hujan lebat. Foto: ANTARA/Edo Purmana.
Meskipun wilayah Jawa Timur sempat menjalani Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada akhir Oktober lalu, kondisi saat ini murni disebabkan oleh MJO. Fenomena MJO ini dikategorikan sebagai gangguan cuaca sesaat dan bukan tanda peralihan musim.
“MJO sebenarnya akan berdampak ketika berada di fase tiga dan empat. Sekarang posisinya masih di fase dua menuju tuga. Jadi kemungkinan ini masih berlangsung hingga tiga hari ke depan," jelas Linda.
BMKG memprakirakan potensi hujan masih membasahi Kota Malang dan Kota Batu hingga sore hari, sementara Kabupaten Malang cenderung berawan. Mengingat cuaca tropis yang sangat dinamis, BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau pembaruan informasi cuaca.
"Tapi perlu kita terus update, mengingat kita hidup di wilayah tropis di mana gangguan atmosfer lebih kompleks dan beragam," pungkas Linda.