Enam Korban KM Virgo Transport 8 Teridentifikasi Lewat Ciri Medis dan Properti

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan saat menyampaikan enam korban Kapal Virgo teridentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Selasa, 6 Oktober 2026. ANTARA/Firman

Enam Korban KM Virgo Transport 8 Teridentifikasi Lewat Ciri Medis dan Properti

Silvana Febiari • 6 October 2026 19:42

Banjarmasin: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mengumumkan enam korban Kapal Virgo Transport 8 teridentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Seluruh korban rata-rata teridentifikasi berdasarkan ciri medis sekunder dan properti.

"Seluruh korban laki-laki rata-rata teridentifikasi dari sekunder ciri medis dan properti," kata Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan di Banjarmasin, dilansir dari Antara, Selasa, 6 Oktober 2026.


Adapun identitas enam korban itu yakni Edi Setiyono asal Batang (Jawa Tengah), Windianto asal Banyumas (Jawa Tengah), Rahmat Dani asal Tangerang (Banten), Suroso asal Pamekasan (Jawa Timur), Soni Marta Andika asal Banyuwangi (Jawa Timur), dan Sri Wahyono asal Sukoharjo (Jawa Tengah).

Pihak DVI pun langsung melakukan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga. Sementara untuk proses pemulangan jenazah ditanggung biaya sepenuhnya oleh pihak manajemen Kapal Virgo.

Dengan tambahan enam jenazah yang teridentifikasi, total jenazah yang telah teridentifikasi mencapai 69 orang. Sementara 13 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi dari total 82 jenazah yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.


Tim SAR gabungan mengevakuasi satu dari dua jasad ditemukan pada operasi SAR hari ke-22 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Minggu, 4 Oktober 2026. ANTARA/HO-Basarnas


Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid berharap seluruh jenazah korban segera ditemukan dan teridentifikasi. Ia juga meminta dukungan serta kerja sama semua pihak agar proses identifikasi berjalan lancar.

Dia mengimbau keluarga korban untuk tetap bersabar, terutama bagi mereka yang masih menunggu kabar atau proses identifikasi jenazah.

(Silvana Febiari)