Trump Pertanyakan Hasil Pilpres Brasil yang Disebutnya Curang dan Korup

Presiden AS Donald Trump. (EFE)

Trump Pertanyakan Hasil Pilpres Brasil yang Disebutnya Curang dan Korup

Willy Haryono • 27 October 2026 15:58

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertanyakan keadilan pemilihan umum presiden Brasil yang baru saja berlangsung, dengan menyebutnya tampak “dicurangi” dan “korup” tanpa memberikan bukti pendukung.

Trump menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan saat melakukan perjalanan menuju kampanye pemilihan paruh waktu di Corinth, Mississippi, pada Senin. Ia ditanya mengenai apakah menurutnya pemungutan suara putaran kedua pada Minggu berlangsung secara adil.

Pernyataan Trump muncul setelah Luiz Inacio Lula da Silva memenangkan pemilihan presiden Brasil putaran kedua. Lula mengalahkan Senator Flavio Bolsonaro dengan meraih 51,79 persen suara sah atau lebih dari 64 juta suara, sedangkan Bolsonaro memperoleh 48,21 persen.

Trump mengatakan dirinya tidak mendukung kandidat mana pun dalam pemilihan tersebut. Meski demikian, ia mengakui memiliki hubungan baik dengan Lula, yang kembali menjabat setelah sebelumnya pernah memimpin Brasil.

Tuduhan Kecurangan

Trump menyatakan proses pemilihan tersebut menimbulkan kekhawatiran, meskipun ia memiliki hubungan baik dengan Lula. “Terus terang, pemilu itu tampak seperti pemilu lain yang dicurangi,” kata Trump kepada wartawan, dikutip dari Yeni Safak, Selasa, 27 Oktober 2026.

Ia kembali menegaskan tidak memihak kandidat mana pun dalam pemilihan presiden Brasil tersebut.

“Saya tidak menjalankan Brasil. Saya menjalankan AS. Saya menyukai Lula. Saya berhubungan sangat baik dengannya ... tetapi perpanjangan yang diberikan sangat aneh,” ujar Trump.

Pemilihan presiden Brasil berakhir pada Minggu setelah melalui dua putaran pemungutan suara. Otoritas pemilu di Brasília telah mengesahkan hasil yang menunjukkan kemenangan Lula dengan 51,79 persen suara, mengungguli Flavio Bolsonaro yang memperoleh 48,21 persen.

Kemenangan tersebut mengantarkan Lula kembali ke kursi kepresidenan untuk masa jabatan keempat yang tidak berlangsung secara berturut-turut, di tengah kritik Trump terhadap proses pemilihan di Brasil.

Baca juga: Partai Liberal Brasil Mengakui Kemenangan Lula, Flavio Bolsonaro Tetap Menolak

(Willy Haryono)