MotoGP Mandalika 2026 Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Salah satu pelaku UMKM di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Foto: dok InJourney.

MotoGP Mandalika 2026 Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Husen Miftahudin • 13 October 2026 12:31

Lombok: Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 memberikan dampak terhadap penjualan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ajang balap internasional yang berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 itu dihadiri 157.875 pengunjung dan melibatkan ratusan pelaku usaha lokal.

Sebanyak 202 pelaku UMKM sektor kerajinan dan kuliner turut meramaikan kegiatan tersebut. Selain itu, lebih dari 600 stan UMKM beroperasi di sekitar Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika untuk melayani pengunjung selama rangkaian balapan berlangsung.

Kehadiran pengunjung menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada konsumen domestik dan mancanegara. Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari makanan dan minuman hingga kerajinan khas Lombok dan NTB.

Peningkatan penjualan dirasakan Dewi Anjani, salah satu penyewa stan kuliner di Bazar Mandalika. Selama tiga hari penyelenggaraan, ia mengaku mengalami lonjakan omzet dibandingkan hari biasa. "Apalagi ada event ini, benar-benar meledak. Biasanya cuma beberapa, kali ini (saat event) benar-benar luar biasa," kata Dewi Anjani, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2026.

Hal serupa dialami pemilik usaha kuliner Cocojel Lombok, Dewi. Usaha tersebut mengolah kelapa, salah satu komoditas lokal Lombok, menjadi produk yang diminati pengunjung di tengah cuaca panas di kawasan sirkuit.

Dewi berharap penyelenggaraan ajang internasional tersebut terus memberikan kesempatan bagi UMKM untuk berpartisipasi dan memperluas pasar. "Harapannya, event seperti ini terus melibatkan UMKM," kata Dewi.

Sementara itu, Sakha, pemilik Epoh Roastery, memanfaatkan keikutsertaannya dalam InJourney UMKM Expo untuk memperkenalkan produk biji kopi olahan kepada pengunjung domestik maupun mancanegara.

Menurut Sakha, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan pengenalan merek dan memperluas jangkauan pasar. "Harapannya, event ini terus berlanjut karena sangat membantu bisnis kami," kata Sakha.
 

 

Penjualan produk kerajinan tembus Rp10 juta


Dampak peningkatan kunjungan juga dirasakan pelaku UMKM sektor kerajinan. Sri Lestari, pemilik merek Riles Lestary yang menghadirkan produk tenun modern khas Lombok, mencatat penjualan tertinggi selama menjalankan usahanya ketika mengikuti InJourney UMKM Expo.

Sri mengungkapkan, penjualan yang biasanya berkisar Rp2 juta hingga Rp4 juta meningkat menjadi Rp10 juta selama ajang tersebut. "Alhamdulillah, kita penjualan terbesar kemarin. Biasanya Rp2 juta sampai Rp4 juta, kemarin bisa sampai Rp10 juta," kata Sri Lestari.

Kenaikan penjualan juga dirasakan Samsudin, pemilik Coco Sam, usaha yang mengolah kelapa menjadi minyak kelapa dan virgin coconut oil (VCO).

Usaha tersebut turut memberdayakan ibu-ibu di sekitar Desa Sukadana, Lombok. Selama penyelenggaraan balapan, Coco Sam menerima banyak pesanan dari konsumen domestik maupun mancanegara. "Banyak tamu asing dan domestik yang memesan minyak kelapa dan VCO ke kita," kata Samsudin.

Manfaat ekonomi dari penyelenggaraan balapan juga dirasakan pelaku usaha di sekitar kawasan sirkuit. Ani, pemilik warung seafood di sekitar Sirkuit Mandalika, mengaku jumlah pembeli meningkat selama ajang berlangsung.

Warungnya dikunjungi pelanggan lokal maupun penonton internasional yang datang untuk menyaksikan balapan. Ani berharap kegiatan serupa terus diselenggarakan karena berdampak langsung terhadap penjualan usahanya. "Dampaknya sangat ramai," kata Ani.


(Stan kuliner UMKM di Bazar Mandalika. Foto: dok InJourney)
 

Dampak ekonomi diperkirakan capai Rp5 triliun


Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp5 triliun. Angka tersebut mencerminkan potensi perputaran ekonomi dari aktivitas selama ajang berlangsung, termasuk peluang usaha yang diperoleh pelaku UMKM dan sektor pariwisata.

Sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menghadirkan InJourney UMKM Expo sebagai ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berpartisipasi. Fasilitas tersebut menjadi sarana bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung yang datang ke Mandalika.

Aktivitas Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika juga ditargetkan berlangsung hingga 200 hari dalam setahun. Target tersebut membuka peluang pengembangan kegiatan pariwisata dan usaha lokal di kawasan Mandalika dan NTB.

Keterlibatan UMKM dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menunjukkan peran ajang olahraga internasional dalam membuka peluang penjualan dan memperluas jangkauan pasar produk lokal. Keberlanjutan kesempatan bagi pelaku usaha untuk terlibat menjadi salah satu aspek penting dalam upaya mendorong manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

(Husen Miftahudin)