Seekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas) terekam kamera jebak (camera trap) di kawasan Cagar Alam Nusakambangan Barat, Kabupaten Cilacap. ANTARA/HO-RKSDA Cilacap
Macan Tutul Jawa Terekam Kamera Jebak di Hutan Nusakambangan
Lukman Diah Sari • 20 October 2026 21:59
Cilacap: Seekor Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) tertangkap kamera jebak (camera trap) di kawasan Cagar Alam Nusakambangan Barat, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Rekaman ini didapat melalui pemantauan singkat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah pada 12-15 Oktober 2026.
Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (RKSDA) Wilayah Cilacap, Wahyono Restanto, menjelaskan bahwa rekaman tersebut belum bisa dijadikan tolok ukur untuk memastikan total populasi hewan dilindungi itu di seluruh Pulau Nusakambangan.
"Pemantauan kemarin hanya sebentar. Yang tertangkap kamera trap satu individu, kemungkinan terekam pada Selasa (13/10) malam hingga Rabu (14/10) dini hari," katanya di Cilacap, Selasa, 20 Oktober 2026, melansir Antara.
Selain macan tutul, penggunaan kamera jebak juga berhasil mendokumentasikan berbagai fauna endemik lainnya, mulai dari kancil, kijang, landak, hingga biawak. Bahkan, sejumlah satwa dilindungi yang relatif langka juga sempat terekam dalam kegiatan pemantauan sebelumnya, seperti:
- Binturong (Arctictis binturong)
- Kucing Hutan (Prionailurus bengalensis)
- Elang Jawa (Nisaetus bartelsi)

Seekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas) terekam kamera jebak (camera trap) di kawasan Cagar Alam Nusakambangan Barat, Kabupaten Cilacap. ANTARA/HO-RKSDA Cilacap
Terkait maraknya aktivitas proyek pembangunan di Pulau Nusakambangan, Wahyono tak menampik bahwa hal tersebut berpotensi memengaruhi kondisi habitat dan pergerakan satwa liar. Namun, pihaknya belum melakukan kajian terperinci mengenai besaran dampak ekologisnya.
"Kami masih berfokus pada pemantauan di kawasan cagar alam, sehingga belum bisa menjelaskan secara detail pengaruh aktivitas proyek pembangunan terhadap satwa liar," ucapnya.
Menyikapi temuan ini, BKSDA mengimbau seluruh masyarakat, pekerja proyek, hingga petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang beraktivitas di Nusakambangan untuk tidak mengganggu atau memburu satwa liar apa pun.
“Apabila bertemu Macan Tutul Jawa, masyarakat diminta tetap tenang, tidak mendekati atau memancing pergerakan satwa, serta menjauh secara perlahan untuk menghindari konflik antara manusia dan satwa liar,” kata Wahyono memungkasi.