Antrean kendaraan di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Foto: dok ASDP.
Layanan Ketapang-Gilimanuk Dioptimalisasi di Tengah Antrean Truk Logistik
Husen Miftahudin • 1 October 2026 19:32
Banyuwangi: PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoptimalkan layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk seiring meningkatnya pergerakan truk logistik dalam beberapa hari terakhir.
Sepanjang 27-29 September 2026, sebanyak 6.082 unit truk tercatat menyeberang melalui lintasan tersebut. Jumlah kendaraan angkutan barang itu meningkat setiap hari, dari 1.699 unit pada Minggu, 27 September, menjadi 2.160 unit pada Senin, 28 September, dan 2.223 unit pada Selasa, 29 September.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan pengaturan operasional dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi kapal, dermaga, perairan, serta pergerakan kendaraan di kedua sisi pelabuhan.
"Fokus kami saat ini adalah mempercepat penyerapan kendaraan dan mengurai antrean secara bertahap. Kapal dan dermaga yang tersedia terus dioptimalkan, termasuk mempercepat proses sandar dan bongkar muat ketika kondisi memungkinkan. Seluruh upaya dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran," ujar Heru dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 Oktober 2026.
Dalam periode 27-29 September 2026, ASDP melayani total 18.067 kendaraan dan 61.330 penumpang di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Dari total kendaraan tersebut, sebanyak 6.082 unit merupakan truk. Kondisi ini menunjukkan tingginya aktivitas angkutan barang melalui lintasan yang menjadi penghubung utama Jawa dan Bali.
Pada Rabu pagi, 30 September 2026, proses pelayanan turut dipengaruhi kondisi air laut surut di Pelabuhan Gilimanuk. Berdasarkan pemantauan sekitar pukul 05.00 WITA, sejumlah kapal mengalami kendala saat melakukan proses sandar di dermaga plengsengan sehingga bongkar muat sempat tertunda.
Kondisi pasang surut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam pengaturan pola operasi kapal. ASDP berkoordinasi dengan regulator, operator kapal, Kepolisian, serta pemangku kepentingan terkait untuk menyesuaikan operasional dengan kondisi di lapangan.
"Kondisi di lintasan terus kami pantau dari waktu ke waktu. Ketika kondisi perairan mendukung, operasional akan dimaksimalkan agar kapal dapat melakukan bongkar muat secara optimal sehingga kendaraan dari area pelabuhan maupun jalur menuju Ketapang dapat terserap lebih cepat," kata Heru.
Baca Juga :
Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Normal di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

(Truk logistik di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Foto: dok ASDP)
Cuaca diprakirakan kondusif
Berdasarkan prakiraan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, kondisi cuaca di Pelabuhan Ketapang pada 30 September hingga 2 Oktober 2026 secara umum diprakirakan berawan hingga cerah berawan. Tinggi gelombang diperkirakan berkisar 0,1-0,5 meter.
Pada Rabu, 30 September, kecepatan angin diprakirakan 4-8 knot. Sementara pada Kamis, 1 Oktober, cuaca diprakirakan berawan tebal dengan kecepatan angin 4-9 knot dan arus sekitar 0,88-4,41 knot. Pada Jumat, 2 Oktober, cuaca juga diprakirakan berawan tebal. Kecepatan angin diperkirakan 4-6 knot, sedangkan kecepatan arus sekitar 0,71-4,74 knot.
ASDP terus memantau perkembangan cuaca, pasang surut, dan kondisi perairan sebagai bagian dari pengaturan operasional untuk memastikan layanan tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan.
Heru menegaskan kelancaran lintasan Ketapang–Gilimanuk berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang antara Jawa dan Bali. Penanganan antrean pun terus dilakukan melalui koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses penguraian antrean. Kami memahami pentingnya lintasan Ketapang–Gilimanuk bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik Jawa–Bali. Bersama seluruh stakeholder, kami terus mengoptimalkan kapasitas layanan agar antrean dapat segera terurai dan kelancaran penyeberangan tetap terjaga," jelas Heru.
ASDP mengimbau pengguna jasa mengikuti arahan petugas dan pengaturan lalu lintas yang berlaku di lapangan. Pengguna jasa juga diminta memastikan telah memiliki tiket sebelum menuju pelabuhan serta memantau informasi terkini mengenai kondisi layanan melalui kanal resmi ASDP.