Istana: Sumpah Pemuda Ingatkan Persatuan sebagai Kekuatan Utama Bangsa

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. ANTARA/HO-BPMI Setpres

Istana: Sumpah Pemuda Ingatkan Persatuan sebagai Kekuatan Utama Bangsa

Achmad Zulfikar Fazli • 28 October 2026 15:54

Jakarta: Pemerintah Indonesia mengucapkan selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda. Dalam momen peringatan ini,  Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menekankan pentingnya persatuan.

"Atas nama Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan pemerintah, kami mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda. Momentum ini mengingatkan kita bahwa persatuan merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 28 Oktober 2026.

Menurut Prasetyo, ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 membuktikan perbedaan suku, agama, dan daerah bukan penghalang untuk bersatu. Para pemuda saat itu mampu mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

"Semangat satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa harus terus kita jaga. Generasi muda hari ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan tersebut melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat," kata Prasetyo.

Ilustrasi. Freepik


Prasetyo mengatakan pemerintah berkomitmen memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk belajar, mengembangkan kemampuan, serta berpartisipasi dalam pembangunan nasional. Dia berharap pemuda Indonesia dapat memiliki karakter yang kuat, kreatif, disiplin, tangguh, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

"Semangat Sumpah Pemuda harus terus kita hidupkan. Mari kita jaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan bersama-sama memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Prasetyo.

Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober untuk mengenang Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27–28 Oktober 1928. Dalam kongres tersebut, para pemuda dari berbagai daerah mengikrarkan Sumpah Pemuda yang menegaskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yakni Indonesia.

(Achmad Zulfikar Fazli)