Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi. (Anadolu Agency)
Jepang Desak Rusia Bebaskan Jurnalis yang Ditahan atas Dugaan Spionase
Willy Haryono • 31 October 2026 19:33
Atlanta: Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mendesak Rusia segera membebaskan seorang jurnalis Jepang yang ditahan di negara tersebut.
Ia juga meminta Moskow mengambil langkah menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Ukraina dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Kedua menteri bertemu di sela-sela Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 di Atlanta, Amerika Serikat (AS). Mereka membahas sejumlah persoalan bilateral serta perang di Ukraina, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Jepang.
Dalam pertemuan tersebut, Motegi menyampaikan demarche atau protes diplomatik serta pandangan Jepang mengenai berbagai persoalan terkini dalam hubungan kedua negara.
Ia secara khusus "menuntut dengan tegas" pembebasan segera seorang warga negara Jepang yang ditahan di Oblast Sakhalin, Rusia, atas dugaan spionase.
Sebelumnya, Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) pada bulan ini menuduh seorang koresponden biro surat kabar Hokkaido Shimbun di Yuzhno-Sakhalinsk mengumpulkan dan menyimpan informasi mengenai kemampuan pertahanan Rusia untuk kepentingan intelijen Jepang.
FSB menyatakan informasi tersebut berpotensi digunakan untuk mengancam keamanan Rusia. Badan itu kemudian membuka kasus pidana terhadap jurnalis tersebut.
Sementara itu, Pengadilan Distrik Lefortovo di Moskow memerintahkan penahanan jurnalis tersebut selama proses penyelidikan berlangsung.
Jepang Desak Perdamaian Berkelanjutan di Ukraina
Dalam pertemuan yang sama, Motegi juga mengangkat isu perang di Ukraina dan kembali menegaskan posisi Tokyo terhadap konflik tersebut.Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan Motegi "sekali lagi menyerukan dengan tegas agar Rusia mengambil langkah positif untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Ukraina."
Kedua menteri sepakat untuk tetap menjalin komunikasi meskipun hubungan Jepang dan Rusia sedang berada dalam situasi sulit, menurut pernyataan kementerian tersebut.
Hubungan Jepang dan Rusia memburuk tajam sejak Moskow melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022. Tokyo kemudian menjatuhkan sejumlah sanksi terhadap Rusia sebagai respons atas perang tersebut.
Baca juga: Rusia Tangkap Jurnalis Jepang atas Dugaan Mata-mata