Anggota Komisi I DPR RI, Fraksi Partai Nasional Demokrasi (NasDem), Andina Thresia Narang dalam program Cover Both Sides. Dok. Metro TV
Satgas Karhutla Indonesia-Singapura Diharapkan Beri Aksi Nyata
Muhamad Marup • 28 October 2026 22:55
Jakarta: Indonesia dan Singapura resmi membentuk Joint Task Force atau Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Anggota Komisi I DPR RI, Fraksi Partai Nasional Demokrasi (NasDem), Andina Thresia Narang, mengapresiasi adanya satgas tersebut.
"Menurut saya kita harus apresiasi untuk Pemerintah Singapura yang datang melalui Menteri Luar Negeri (Menlu)-nya untuk hadir," ujar Andina, dalam program Cover Both Sides Metro TV, Rabu, 28 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, satgas tersebut tidak hanya terkait pertukaran data dan informasi saja. Langkah mitigasi di tahun-tahun mendatang juga menjadi fokus dari satgas tersebut.
"Sehingga di tahun-tahun ke depannya tidak terjadi lagi karhutla dan kita sudah punya langkah-langkah preventif," jelasnya.
Ia menilai, kondisi masyarakat terdampak masih butuh perhatian. Tidak hanya di Indonesia, tapi negara-negara lain juga merasakan dampak tersebut.
"Seluruh masyarakat membutuhkan oksigen yang baik, udara yang baik. Bukan hanya di Indonesia, semua warga negara yang ada di dunia ini," katanya.
.jpg)
Pakar Hukum Internasional, Teuku Rezasyah dalam program Cover Both Sides. Dok. Metro TV
Pakar Hukum Internasional, Teuku Rezasyah, menekankan pentingnya pembagian tugas antara Indonesia dan Singapura dalam Satgas Karhutla. Menurutnya, perlu juga ada semacam koordinator untuk memfokuskan tugas-tugas satgas tersebut.
"Jadi jangan hanya sekedar tanda tangan, tapi juga harus ada working group-nya siapa. Untuk itu saya pikir Pemerintah Indonesia harus mencari lembaga dan pejabat mana yang pas untuk itu," ucapnya.