Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Dua Bandara Arab Saudi, 36 Lainnya Terluka

Pemberontak Houthi Rangkaian serangan diarahkan terjadi antara Houthi dan Arab Saudi. Foto: Anadolu

Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Dua Bandara Arab Saudi, 36 Lainnya Terluka

Muhammad Reyhansyah • 8 October 2026 08:45

Riyadh: Sebanyak tiga orang tewas dan 36 lainnya terluka dalam serangan yang menargetkan dua bandara di Arab Saudi. 

Menurut laporan Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA), Rabu, 7 Oktober 2026, Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran dalam dua serangan terpisah pada Selasa dan Rabu.

Otoritas darurat dan lembaga terkait langsung merespons kedua insiden tersebut.

“Serangan terhadap Bandara Internasional Abha menewaskan dua warga asing, masing-masing berkewarganegaraan Maroko dan Aljazair, serta melukai 28 orang,” kata otoritas tersebut, dikutip dari Anadolu.

Menurut laporan GACA, korban luka mencakup dua warga negara Saudi serta sejumlah warga Bangladesh dan Filipina. Tingkat luka para korban berkisar dari ringan hingga serius.

Sementara itu, serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid menewaskan seorang warga Sudan dan melukai delapan orang.

Delapan korban luka tersebut terdiri dari lima warga Saudi, dua warga Mesir, dan satu warga Pakistan.

Seluruh korban luka segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. GACA mengatakan kedua serangan juga menyebabkan kerusakan material.

Otoritas tersebut mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan lembaga keamanan terkait untuk menilai kerusakan dan mengambil langkah yang diperlukan demi memastikan keselamatan penumpang serta pekerja bandara.

Houthi Klaim Serangan

Pada Rabu, Kelompok Houthi di Yaman mengklaim bahwa mereka berada di balik serangan terhadap kedua bandara tersebut.

Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan kelompoknya menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menggunakan drone.

Ia juga mengatakan Houthi melancarkan operasi lain terhadap Bandara Internasional Abha menggunakan rudal balistik dan drone.

Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Arab Saudi telah memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman dalam menghadapi Houthi sejak Maret 2015.

(Fajar Nugraha)