RS Awal Bros berhasil melaksanakan operasi robotik ortopedi di Batam
Sejarah Operasi Pergantian Sendi, Awal Bros Gunakan Robot CORI di Batam
12 December 2024 09:58
Batam: RS Awal Bros Batam mengumumkan telah berhasil melaksanakan operasi robotik ortopedi pertamanya di wilayah Sumatera bagian selatan. Tindakan penggantian sendi lutut (Total Knee Replacement/TKR) ini dilakukan pada pasien penderita osteoarthritis, menggunakan sistem bedah robotik CORI™ dari Smith+Nephew.
Pencapaian ini menempatkan Batam, Kepulauan Riau, setara dengan fasilitas kesehatan modern di ibu kota dan beberapa negara tetangga. Sebelumnya, teknologi serupa telah diterapkan di RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru.
Operasi TKR perdana ini menargetkan pasien yang mengalami osteoarthritis lutut, kondisi yang umum ditemukan pada populasi lanjut usia dan pasien dengan obesitas. Menurut tim medis, penggunaan teknologi CORI memberikan peningkatan presisi yang signifikan dalam penempatan implan.
Sistem CORI beroperasi dengan melakukan pemetaan anatomi lutut secara 3D dan real-time langsung di ruang operasi, menghilangkan kebutuhan untuk pra-operasi CT scan. Data yang diperoleh membantu ahli bedah menentukan ukuran dan posisi implan yang paling akurat sesuai dengan anatomi spesifik pasien.
“Operasi robotik lutut ini merupakan perkembangan penting dalam layanan ortopedi modern. Dengan bantuan teknologi CORI, prosedur penggantian sendi lutut menjadi lebih presisi dan sesuai dengan bentuk kaki pasien,” kata Dr. Rayhan Cein, Sp.OT., dokter spesialis ortopedi RS Awal Bros Batam.
Dr. Rayhan menambahkan bahwa rata-rata durasi operasi tercatat sekitar dua jam, dengan pasien diharapkan dapat kembali ke rumah dalam kurun waktu dua hingga tiga hari pasca operasi.
Keberhasilan tindakan ini didukung oleh manajemen anestesi yang mengimplementasikan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS). Protokol ini, yang ditangani oleh Bram Kilapong, mencakup manajemen nyeri multimodal pascaoperasi yang bertujuan mengurangi rasa sakit, mempercepat mobilisasi, dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Pasien pascaoperasi juga akan menjalani program rehabilitasi robotik di bawah pengawasan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik konsultan muskuloskeletal.
Program ini dirancang untuk mengombinasikan terapi berbasis teknologi robotik dengan latihan bertahap guna mengoptimalkan pemulihan mobilitas dan kekuatan otot.
Manajemen RS Awal Bros Group menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari roadmap jangka panjang untuk mengembangkan layanan kesehatan berbasis inovasi dan teknologi, dengan rencana pengembangan layanan medis robotik lainnya di masa mendatang.
Penyedia teknologi Robotic Orthopedic CORI, Tawada Healthcare menyebut teknologi ini memungkinkan rumah sakit memperluas pilihan terapi lutut dengan tingkat akurasi dan presisi yang lebih tinggi.
“Teknologi robotik ini, tentu memberikan dampak yang sangat besar bagi pasien. Teknologi robotik ini menjadi asistensi bagi dokter, membantu setiap tindakan yang dilakukan agar semakin presisi dan optimal. Dengan demikian, manfaat yang diterima pasien pun menjadi semakin maksimal," kata Sales Director Advance Treatment Division Tawada Healthcare, Rosmiaty Tio.
Dia menyebut kolaborasi dengan RS Awal Bros tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi kesehatan, tetapi juga menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan Indonesia melalui berbagai program edukasi dan pengembangan profesional.