Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). MGN/Fransiskus Gerardus Molo
BNPB Kirim Sembako Hingga Masker untuk Pengungsi Gunung Lewotobi
Media Indonesia • 9 January 2024 17:15
Flores: Bantuan untuk pengungsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berdatangan. Di antaranya bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah tiba di lokasi pengungsian hari ini.
"Bantuan yang diserahkan terdiri dari 500 paket sembako, 250 paket hygiene kit dan 16.000 masker dan 4 dos masker KF99. Sedangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT mengirim 25 lembar terpal, 200 lembar selimut, 150 matras dan 5.760 sabun mandi," kata Kepala Dinas Kominfo Flores Timur, Hery Lamawuran, Selasa, 9 Januari 2024.
Selanjutnya Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT mengirim 12 MCK masing-masing ditempatkan di Kantor Desa Konga satu unit, SDK Konga tiga unit dan Gedung Serbaguna Desa Konga 8 unit.
Bantuan juga berasal dari Polda NTT, Korem 161 Wirasakti Kupang, dan Telkomsel yang memberikan bantuan berupa paket sembako dan kesehatan di sejumlah posko pengungsian.
Hery menyebut bantuan untuk pengungsi sebanyak 157 item mulai dari perlengkapan mandi dan cuci, obat-obatan, perlengkapan dapur, masker, kebutuhan anak, balita dan perempuan, makanan siap saji, minuman terpal, selimut, bahan kebutuhan pokok hingga penerangan.
Dia mengatakan ada enam desa yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi yakni Desa Nobo dan Dulipali di Kecamatan Ile Bura, kemudian di Kecamatan Wulanggitang adan empat desa yakni Nawakote namun terbatas di Dusun Duang dan Bawalatang, kemudian Desa Klatanlo, Hokeng Jaya dan Boru (Dusun Podor).
"Kemarin dua kali erupsu, empat kali gempa vulkanik dan 1 kali gempa tremor menerus. Untuk aktivitas hari ini masih direkap," jelasnya.
Meskipun telah meletus sejak 1 Januari 2024, saat ini Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berstatus siaga atau level III.
Adapun relawan yang membantu penangana pengungsi hingga menyiapkan makanan berasal dari 14 tim antara lain Polri 310 personel, TNI 100 personel, Tagana 65 orang, Pramuka 20 orang, Basarnas 7 orang, PMI Kabupaten Sikka 4 orang, dan dompet dhuafa 10 orang.
Sedangkan total pengungsi sampai Selasa sore sebanyak 4.788 orang tersebar di 27 lokasi pengungsian mulai dari rumah warga, fasilitas umum, tenda pengungsian dan gedung sekolah.