Korban Luka Banjir Bandang Solok Dirujuk ke Padang

Material banjir bandang berupa lumpur yang menutupi halaman masjid di sekitar kompleks perkantoran bupati Solok, Sumatera Barat. ANTARA/HO-Dokumentasi warga setempat

Korban Luka Banjir Bandang Solok Dirujuk ke Padang

Lukman Diah Sari • 22 September 2026 09:41

Solok: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Sumatra Barat, mencatat empat warga mengalami luka-luka akibat banjir bandang pada Senin malam, 21 September 2026, di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul mengatakan, tiga korban luka menjalani perawatan intensif di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Padang.

"Data sementara ada empat orang yang mengalami luka-luka. Tiga dirawat di RSUD Arosuka dan satu dirujuk ke SPH Padang," ungkap Khairul, melansir Antara, Selasa, 22 September 2026.

Selain korban luka, BPBD Kabupaten Solok mencatat terdapat sembilan Kepala Keluarga (KK) mengungsi akibat banjir bandang. Khairul menyebutkan, para pengungsi telah ditempatkan di dua lokasi aman yang disiapkan oleh pemerintah daerah.

Kerugian material akibat banjir bandang ini juga cukup signifikan. Berdasarkan data BPBD, sebanyak 11 kantor pemerintah terdampak. Terjangan air bah dan lumpur juga merusak 21 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor di lokasi kejadian.

Banjir bandang menerjang kawasan Kompleks Kantor Bupati Solok di Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, serta Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang. Bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak Sabtu, 19 September lalu, yang mengakibatkan debit air meningkat drastis.


Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Sumatera Barat terkena material banjir bandang. ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Solok

Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan bersama sejumlah unsur terkait hingga Selasa pagi masih terus melakukan penyisiran di lokasi terdampak. Petugas fokus melakukan evakuasi lanjutan terhadap warga yang membutuhkan bantuan darurat sekaligus merampungkan pendataan.

"Penanganan dilakukan bersama unsur terkait di bawah koordinasi pemerintah daerah," tegas Khairul.

BPBD Kabupaten Solok mengimbau seluruh masyarakat di kawasan terdampak agar tetap waspada terhadap potensi banjir bandang susulan dan selalu mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

(Lukman Diah Sari)