Anak gajah yang lahir tepat pada HUT ke-81 RI bersama induknya di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21, Padang Sugihan, Sumsel. Foto: ANTARA/HO-Kemenhut.
Kado HUT RI, Anak Gajah Sumatra Lahir di PKG Sugihan Sumsel
Fachri Audhia Hafiez • 18 August 2026 11:38
Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengumumkan kelahiran satu ekor anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Sumatra Selatan (Sumsel). Hal ini tepat pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026.
"Peristiwa ini merupakan kado alam yang sangat bermakna bagi upaya konservasi satwa dilindungi di Indonesia, khususnya pada momen bersejarah Hari Kemerdekaan," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Selatan, Daniwari Widiyanto, dalam keterangan resminya, dilansir Antara, Selasa, 18 Agustus 2026.
Daniwari menjelaskan bahwa anak gajah berjenis kelamin jantan tersebut lahir dari induk betina bernama Lestari dan pejantan bernama Gapula. Proses persalinan berlangsung antara pukul 06.00 hingga 10.00 WIB di bawah penanganan intensif tim medis dan mahout (pawang gajah) Sugito. Tak lama setelah lahir, bayi gajah tersebut langsung mampu berdiri tegak dan menyusu secara normal.
Mengingat kondisi cuaca di area ruang terbuka PKG Jalur 21 yang terbilang sangat panas, tim medis BKSDA Sumsel langsung melakukan intervensi khusus untuk menjaga kesehatan induk dan anakan gajah tersebut. Petugas telah menyiapkan naungan (shelter) yang memadai serta memastikan ketersediaan pasokan air minum dan fasilitas mandi guna menjaga suhu tubuh satwa.
.jpeg)
Anak gajah yang lahir tepat pada HUT ke-81 RI bersama induknya di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21, Padang Sugihan, Sumsel. Foto: Dok. Kemenhut.
Selain itu, tim dokter hewan bersama mahout memberikan pengawasan ekstra dengan memperketat kecukupan nutrisi pakan harian serta memberikan suplemen buah-buahan untuk mempercepat pemulihan fisik gajah Lestari pascamelahirkan.
Guna memastikan tumbuh kembang bayi gajah berjalan optimal, BKSDA Sumsel memberlakukan pemantauan intensif selama 24 jam penuh selama sepekan (7x24 jam). Tim di lapangan secara berkala mencatat perkembangan perilaku, respons fisik, hingga kondisi fisiologis induk maupun anak gajah sesuai SOP kesehatan satwa captive di PKG Jalur 21.
"Kelahiran ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Kehutanan bersama BKSDA Sumatera Selatan dalam menjaga kelestarian gajah Sumatera agar terus berkembang biak dan terlindungi secara berkelanjutan di habitatnya," tutur Daniwari.