Kereta kencana Garuda Prabayaksa. Foto: tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden
Filosofi Garuda Prabayaksa, Kereta Kencana Pembawa Bendera Pusaka ke Istana
Muhamad Marup • 17 August 2026 18:32
Jakarta: Kereta Kencana Garuda Prabayaksa yang menjadi bagian dari Kirab Merah Putih menjadi sorotan. Kereta tersebut mengantar Bendera Pusaka dan teks Proklamasi dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka menjelang Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026.
Bendera Pusaka dibawa oleh Purna Paskibraka Duta Pancasila 2025, Bianca Sultana Najwa, siswi SMAN 82 Jakarta. Sementara itu, teks Proklamasi dibawa Aliah Sakira, siswi SMAN 14 Makassar.
Keduanya menaiki Kereta Kencana Garuda Prabayaksa dalam rangkaian kirab menuju Istana Merdeka. Sebelumnya, prosesi penyerahan Bendera Pusaka dan teks Proklamasi dilakukan di Ruang Kemerdekaan Monas.
Kereta kencana tersebut memiliki sejumlah makna yang berkaitan dengan kekuatan dan perjalanan bangsa Indonesia. Garuda Prabayaksa pertama kali dibuat di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk memperingati HUT ke-80 RI pada 2025 dan kembali digunakan dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini.
Filosofi Nama Garuda Prabayaksa
(1).jpeg)
Kereta kencana Garuda Prabayaksa. Foto: tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden
Nama Garuda Prabayaksa berasal dari dua kata, yakni “praba” yang berarti cahaya atau terang dan “yaksa” yang bermakna besar. Gabungan kedua kata tersebut dimaknai sebagai “cahaya besar” atau “cahaya terang.”
Kereta kencana ini dibuat menggunakan material kayu jati dan besi baja. Kedua material tersebut memiliki filosofi yang menggambarkan karakter dan kekuatan bangsa Indonesia.
Besi baja melambangkan bangsa yang semakin kuat setelah melalui berbagai proses dan tempaan. Sementara itu, kayu jati memberikan kesan jati yang hidup serta memiliki ketahanan.
Pada bagian kereta juga terdapat ornamen burung Garuda yang menjadi simbol kekuatan dan keagungan bangsa. Kehadiran ornamen tersebut memperkuat pesan nasionalisme dalam prosesi Kirab Merah Putih.
“Praba berarti cahaya atau terang, sedangkan yaksa berarti besar. Karena itu, Prabayaksa dimaknai sebagai cahaya besar atau cahaya terang,” demikian makna nama yang disematkan pada kereta tersebut.
Makna tersebut menggambarkan harapan agar perjalanan bangsa Indonesia terus membawa terang dan menjadi semakin kuat. Filosofi itu juga menjadi bagian dari simbol yang ditampilkan dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.
Kereta Garuda Prabayaksa Dikawal Ratusan Personel
Dalam perjalanan dari Monas menuju Istana Merdeka, Kereta Kencana Garuda Prabayaksa mendapat pengawalan dari sejumlah pasukan. Pengawalan tersebut melibatkan unsur militer, kepolisian, hingga pasukan Kerajaan Nusantara. Berikut sejumlah pasukan yang terlibat dalam pengawalan Kirab Merah Putih:- 45 pasukan motor kawal Polisi Militer.
- Drum Corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian.
- 114 personel Resimen Kavaleri Berkuda Ronggolawe.
- 78 pasukan Kerajaan Nusantara.
(Angel Rinella)