Ilustrasi Gedung BEI. Foto: MI/Usman Iskandar.
Prabowo: Demutualisasi Bawa Pasar Modal Indonesia ke Standar Dunia
Husen Miftahudin • 14 August 2026 17:29
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mendorong reformasi pasar modal Indonesia melalui demutualisasi untuk meningkatkan kredibilitas dan daya saing bursa. Menurut Prabowo, langkah tersebut dapat membawa pasar modal Indonesia menuju standar dunia.
Kepala Negara menyampaikan, upaya demutualisasi yang dibangun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditujukan untuk mewujudkan bursa saham yang kredibel. Hal ini disebut sebagai langkah reformasi terbesar dalam sejarah bursa saham Indonesia.
"Mereka yang melanggar aturan bursa, diberi sanksi. Kita akan lanjutkan reformasi pasar modal kita dengan demutualisasi pasar modal," kata Prabowo Prabowo dalam penyampaian RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Prabowo mengatakan demutualisasi pasar modal diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia. "Demutualisasi pasar modal kita akan membawa pasar modal Indonesia ke standar dunia dan menjadikan pasar modal Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia," ujarnya.
Ia menilai penguatan pasar modal tidak hanya berkaitan dengan perkembangan industri keuangan, tetapi juga menyangkut pemerataan kesempatan ekonomi.
.jpg)
Presiden Prabowo Subianto saat pidato nota keuangan 2026 di Gedung DPR. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.
Buka akses perusahaan naik kelas
Menurut Prabowo, pasar modal yang berjalan dengan baik dapat memberikan kesempatan lebih besar bagi perusahaan rintisan, pelaku usaha, dan pengusaha nasional untuk memperoleh tambahan modal.
"Pasar modal yang bekerja dengan baik ini adalah masalah keadilan. Soal kesempatan perusahaan rintisan, startup, pengusaha-pengusaha kita bisa naik kelas, menambah ekuitas dan modal agar bisa memperbesar skala dan dampak dari usahanya," kata Presiden.
Dengan akses permodalan yang lebih luas, perusahaan dan pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan skala bisnis serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
Investor potensial berminat beli saham Bursa
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya mengungkapkan, terdapat sejumlah investor potensial yang telah menyatakan minat untuk memiliki saham BEI setelah proses demutualisasi.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pihaknya tengah berdiskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh pemegang saham untuk menindaklanjuti minat investor tersebut.
"Dalam rangka menindaklanjuti ketentuan peraturan perundang-undangan tersebut, telah terdapat investor potensial yang menyatakan minat untuk berinvestasi pada Bursa Efek Indonesia dalam rangka pelaksanaan demutualisasi Bursa sesuai Undang-Undang P2SK," ujar Jeffrey dalam konferensi pers seusai RUPSLB BEI di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Jeffrey memastikan masuknya investor sebagai pemegang saham BEI nantinya tidak akan mengganggu independensi pasar modal Indonesia.
Menurut dia, BEI tetap berkomitmen menjalankan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), termasuk ketentuan mengenai demutualisasi Bursa.
"Adapun kepemilikan saham oleh pihak-pihak tersebut akan tetap mempertahankan independensi Bursa Efek," tegas Jeffrey.