Menhan AS Desak Negara Amerika Latin Keluar dari ICC, Sebut Ancam Kedaulatan

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Foto: The New York Times

Menhan AS Desak Negara Amerika Latin Keluar dari ICC, Sebut Ancam Kedaulatan

Muhammad Reyhansyah • 13 August 2026 10:59

Washington: Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mendesak negara-negara Amerika Latin yang tergabung dalam Americas Counter-Cartel Coalition (ACCC) untuk keluar dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC)

Ia menilai lembaga tersebut mengancam kedaulatan negara dan kewenangan hukum nasional.

Dalam pidatonya di Panama, Rabu, 12 Agustus 2026, Hegseth meminta seluruh anggota ACCC menolak kewenangan ICC atas pemerintah dan sistem peradilan mereka.

"Saya sangat mendorong setiap anggota ACCC untuk keluar dari ICC dan menolak upaya mereka merampas kedaulatan pemerintah dan pengadilan Anda," kata Hegseth, dikutip dari Anadolu.

Ia menegaskan setiap negara seharusnya memiliki kewenangan untuk mengerahkan militernya dan melindungi warga negara berdasarkan hukum serta konstitusi masing-masing.

"Kami bertanggung jawab hanya kepada warga negara dan konstitusi kami sendiri, bukan birokrat internasional yang tidak dipilih," ujar Hegseth.

Hegseth juga menuduh ICC berupaya memperluas kewenangannya terhadap personel militer Amerika Serikat dan negara mitranya. Ia menyebut langkah tersebut sebagai "perebutan kekuasaan yang tidak berdasarkan hukum".

Amerika Serikat sendiri bukan anggota ICC dan sejak lama menolak yurisdiksi lembaga tersebut. Tekanan Washington terhadap ICC meningkat setelah pengadilan itu menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada November 2024 terkait dugaan kejahatan di Gaza.

Dalam kesempatan yang sama, Hegseth mengumumkan Kolombia akan menjadi anggota ke-19 ACCC. Ia mengatakan Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella telah meminta Amerika Serikat membantu operasi negaranya melawan jaringan yang disebut Washington sebagai teroris dan perdagangan narkotika.

(Fajar Nugraha)