Sejumlah pesawat parkir di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, penerbangan dari Kupang ke Ende dibatalkan akibat gempa Flores, Sabtu (15/8). Foto: MI/Palce Amalo
Dampak Gempa NTT, 2 Penerbangan Kupang-Ende Batal
Palce Amalo • 15 August 2026 12:37
Kupang: Sebanyak dua penerbangan maskapai Wings Air rute Kupang menuju Ende terpaksa dibatalkan akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Laut Flores pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Pembatalan ini dilakukan demi menjamin aspek keamanan dan keselamatan penerbangan.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional El Tari Kupang, Teguh Darmawan Saiman, mengatakan bahwa keputusan pembatalan tersebut diambil setelah pihak bandara dan maskapai berkoordinasi secara intensif terkait kondisi operasional di lapangan serta aspek keselamatan penerbangan.
“Keputusan pembatalan penerbangan merupakan kewenangan maskapai dengan mempertimbangkan kondisi operasional serta aspek keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata Teguh lewat keterangan tertulis di Kupang, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Teguh memastikan bahwa pihak Wings Air akan memberikan pengembalian dana (refund) tiket secara penuh kepada seluruh penumpang yang perjalanannya terdampak pembatalan akibat bencana alam ini.
.jpg)
Ruas Jalan Rusak Akibat Gempa Flores, Sabtu (15/8). Tangkapan Layar Video
Sementara itu, operasional di Bandara Internasional El Tari Kupang dipastikan tetap berjalan normal. Seluruh fasilitas, peralatan utama, maupun fasilitas pendukung operasional penerbangan di bandara tersebut dilaporkan tidak mengalami kerusakan akibat gempa.
Selain Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende, pihak bandara masih terus melakukan koordinasi ketat untuk memantau kondisi operasional di sejumlah bandara tujuan lainnya, termasuk Ruteng dan Bajawa. Adapun beberapa bandara tujuan lain, seperti Larantuka, Lembata, Tambolaka, Alor, Maumere, dan Labuan Bajo, terkonfirmasi masih beroperasi secara normal.
Ia menambahkan, PT Angkasa Pura Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi penerbangan serta berkoordinasi secara aktif dengan BMKG, pihak maskapai, dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan keselamatan serta keamanan penerbangan pascagempa.