Gunung Lewotolok di NTT Erupsi Beruntun, Abu Vulkanik Capai 7.000 Kaki

Erupsi Gunung Lewotolok di Lembata, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) (ANTARA/HO/Pos Pemantau)

Gunung Lewotolok di NTT Erupsi Beruntun, Abu Vulkanik Capai 7.000 Kaki

Palce Amalo • 7 September 2026 22:17

Lembata: Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan meletus secara beruntun sebanyak enam kali pada Senin, 7 September 2026. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, erupsi keenam tercatat terjadi pada pukul 16.40 Wita.

Petugas Pos Pengamatan, Khairul Imam Tarmizi, menyebutkan kolom abu letusan teramati setinggi sekitar 700 meter di atas puncak atau mencapai ketinggian 7.000 kaki di atas permukaan laut. "Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut,” ujar Khairul, Senin, 7 September 2026.

Letusan tersebut juga disertai dengan suara dentuman berintensitas sedang. Berdasarkan rekaman seismogram, erupsi keenam ini memiliki amplitudo maksimum 40 milimeter dengan durasi letusan sekitar 55 detik.

Aktivitas sebaran abu vulkanik Gunung Ile Lewotolok turut terpantau oleh lembaga pemantau penerbangan internasional Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, Australia.

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur/dok. Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok.

Berdasarkan informasi SIGMET terbaru dari VAAC Darwin serta prakirawan Stasiun Meteorologi Sultan Hasanuddin Makassar, abu vulkanik teramati bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 5 knot tanpa mengalami perubahan intensitas. Sebaran abu tersebut terpantau aktif sejak pukul 09.10 Wita hingga sore hari.

Status Waspada dan Rekomendasi Keselamatan

Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Ile Lewotolok masih berada pada Level II (Waspada).

Seiring meningkatnya aktivitas erupsi, masyarakat di sekitar lereng gunung, pengunjung, pendaki, maupun wisatawan diimbau untuk mematuhi zona rekomendasi keselamatan berikut:
  • Tidak memasuki dan melakukan aktivitas apa pun dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas kawah.

  • Khusus untuk sektor selatan dan tenggara, masyarakat diminta memperluas jarak aman dan tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer.

  • Mewaspadai potensi ancaman bahaya lanjutan berupa guguran lava, longsoran, serta awan panas yang mengarah ke sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut.

"Gunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit guna menghindari gangguan pernapasan atau ISPA dan gangguan kesehatan lainnya," pesan Khairul.

(Lukman Diah Sari)