Ilustrasi grafik intensitas gempa bumi. (Anadolu Agency)
Gempa Cilacap Terasa hingga Yogyakarta, Warga Sempat Kaget Saat salat Jumat
Ahmad Mustaqim • 4 September 2026 13:30
Yogyakarta: Getaran gempa bumi yang berpusat di Cilacap membuat sebagian warga Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sempat terkejut pada Jumat siang, 4 September 2026. Getaran dirasakan warga dalam sejumlah aktivitas, termasuk ketika sebagian masyarakat tengah melaksanakan salat Jumat di masjid.
Salah seorang warga Kulon Progo, Jati, mengaku sempat kaget ketika merasakan getaran gempa. Namun, ia berusaha tetap tenang dan melanjutkan ibadah.
"Saat gempa kan sedang berdoa, jadi berusaha fokus, usaha khusyu," kata Jati saat ditemui di Kulon Progo.
Pengalaman serupa disampaikan Ari, warga Kulon Progo. Ia mengatakan sejumlah pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sempat keluar dari ruang kerja. Meski gempa terjadi saat waktu istirahat, para pegawai terlihat kaget dan memilih berada di luar gedung.
"Perempuan pegawai di Pemkab Kulon Progo pada keluar ruangan. Pada bilang kaget karena gempa," jelas Ari.
Sementara Putri, warga Kabupaten Sleman, mengaku tidak merasakan getaran gempa tersebut. Saat gempa terjadi, ia sedang mengendarai sepeda motor di jalan.
"Saya tidak kerasa gempa karena pas naik sepeda motor di jalan," ujarnya.
Gempa Berpusat di Laut
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa tersebut berpusat di wilayah Cilacap dengan kekuatan magnitudo 5,4. Gempa terjadi pada pukul 12.04 WIB.
Titik pusat gempa berada di laut, sekitar 77 kilometer tenggara Cilacap, dengan kedalaman 10 kilometer.
Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah, yakni Kebumen, Bantul, Cilacap, Kulon Progo, Pangandaran, Sleman, Pacitan, Purwokerto, hingga Wonogiri.
Perbedaan pengalaman warga dalam merasakan getaran menunjukkan pengaruh lokasi dan kondisi aktivitas saat gempa terjadi. Sebagian warga merasakan guncangan, sementara warga lain yang sedang berada di kendaraan tidak merasakan getaran tersebut.