Ilustrasi gelombang tinggi. (Medcom)
BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi 14-17 September
Siti Yona Hukmana • 14 September 2026 17:20
Jakarta: Pelaku pelayaran kapal angkutan penumpang, pariwisata maupun nelayan diminta mewaspadai gelombang laut setinggi 1-4 meter. Cuaca buruk itu diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berlangsung di sejumlah perairan Indonesia pada 14-17 September.
"Pola angin dan peningkatan kecepatan angin terpantau memicu tinggi gelombang harian yang dapat mengancam keselamatan aktivitas pelayaran di wilayah perairan Indonesia," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 14 September 2026.
Baca Juga :
Gempa M 5,6 Guncang Bayah Banten
Tim meteorologi maritim BMKG mendeteksi kecepatan angin tertinggi berlangsung di Samudra Hindia barat Bengkulu, Laut Jawa, Selat Makassar selatan, Laut Maluku utara, serta Laut Arafuru.

Wisatawan berfoto dengan latar belakang ombak besar yang menggulung di Pantai Parangtritis, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (20/8/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso.
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di berbagai perairan, seperti Selat Karimata, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Flores, Selat Makassar, Laut Banda, Laut Arafuru, hingga Samudra Pasifik utara Papua.
Sementara itu, gelombang sangat tinggi pada kisaran 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara serta perairan Samudra Hindia yang membentang dari barat Aceh, Kepulauan Nias, Mentawai, Bengkulu, Lampung, hingga selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT.
BMKG mengingatkan perahu nelayan rawan beroperasi pada kecepatan angin di atas 15 knot dengan tinggi gelombang melebihi 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko pada angin di atas 16 knot dan gelombang 1,5 meter. Sedangkan, kapal feri atau angkutan penumpang rawan saat angin menembus 21 knot dan gelombang melebihi 2,5 meter.
"Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di kawasan pesisir juga diminta untuk tetap waspada guna mengantisipasi dampak gelombang tinggi selama beberapa hari ke depan," kata Agie.